Perbedaan Kata Kerja Transitive dan Intransitive Verbs | Bahasa Inggris Kelas 7

Bahasa Inggris Kelas 7 : Transitive Verbs dan Intransitive Verbs

Halo, Squad! How are you today? Siapa yang suka pelajaran Bahasa Inggris? Nah, Squad, kamu tau nggak sih kalau dalam bahasa Inggris, ada yang namanya kata kerja (verbs). Perbedaan kata kerja  tersebut terbagi menjadiTransitive dan Intransitive Verbs ? Wah, itu apa sih? Verbs itu apa? Kuy, daripada bingung, kita bahas bersama, ya!


Squad, kalau dalam bahasa Indonesia kita harus mengenal subjek, predikat, objek untuk bisa membuat kalimat yang baik, kan? Nah, dalam bahasa Inggris ada istilah part of speech atau kelas kata. Salah satu part of speech adalah verbs Definisi verbs (kata kerja) adalah kata yang menunjukkan tindakan (contoh: to stand, to smile, to sing), kejadian (contoh: to happen, to become) atau keadaan (contoh: <to>be, to exist), dan sikap (contoh: to agree, to disagree).

Berdasarkan fungsinya, Verbs dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu Action Verbs (kata kerja aksi), Linking Verbs (kata kerja penghubung), dan Helping Verbs (kata kerja bantu). Untuk kali ini, jenis verbs yang akan dibahas terlebih dahulu adalah Action Verbs

Action Verbs

Kata kerja yang tergolong ke dalam action verbs menyatakan kegiatan yang berupa aksi. Contohnya antara lain to run (berlari), to sleep (tidur), to bring (membawa). Berdasarkan objeknya, action verbs bisa dibagi lagi ke dalam dua jenis, yaitu Transitive Verbs dan Intransitive Verbs

a. Transitive Verbs

Transitive Verbs membutuhkan objek agar kalimat menjadi utuh dan memiliki makna. Dengan kata lain, objek yang mengikuti verbs mendapatkan aksi dari verbs tersebut. Contoh:
- I clean my own room every morning. [Saya membersihkan kamar saya setiap pagi.]
Kata ‘clean’ tidak dapat berdiri sendiri tanpa diikuti objek. 

- Hilda raises her hands. [Hilda mengangkat tanggannya.]

- We are speaking English. [Kami berbicara bahasa Inggris.]


b. Intransitive Verbs

Kata kerja jenis ini tidak membutuhkan objek langsung agar kalimatnya menjadi utuh dan memiliki makna. Contoh:
- Joshua screamed when his mother surprises him. [Joshua berteriak ketika ibunya mengejutkannya.]
Kata ‘scream’ tidak perlu memiliki objek yang mengikutinya untuk menjadi kalimat sempurna. Jika kita menghilangkan frasa keterangan dan hanya menyisakan ‘Joshua screamed’ [Joshua berteriak], kalimat ini masih memiliki makna.

- They arrived later than usual. [Mereka datang lebih terlambat dari biasanya.]

- Anita reads fast. [Anita membaca dengan cepat.]

Baca Juga: Mengenal Contoh Ungkapan Perpisahan

perbedaan transitive dan intransitive verbs

Squad, mudah kan membedakan Transitive Verbs dan Intransitive Verbs? Yuk, semangat belajarnya dengan mengerjakan banyak latihan soal! Psst, di ruangbelajar, kamu bisa dapat akses ke soal-soal latihan yang pastinya bisa membantu kamu lebih memahami pelajaran, lho! Yuk, cek sekarang di sini! Semangat belajarnya ya, Squad :)

New Call-to-action

Beri Komentar