Perbedaan Teori Evolusi Darwin dan Lamarck | Biologi Kelas 12

Kresnoadi Feb 6, 2018 • 6 min read


Biologi_12.jpg

Kamu tahu apa itu evolusi? Kira-kira apa, ya, hubungan antara teori evolusi dengan kehidupan manusia? Lalu apa saja perbedaan teori evolusi Darwin dan Lamarck?

Secara bahasa, evolusi berarti “perubahan”. Berasal dari kata evolve yang atinya “berkembang secara perlahan-lahan”. Kalau kamu suka main game pokemon, pasti kamu tahu kalau jenis-jenis pokemon ini dapat berevolusi menjadi pokemon yang lebih kuat.

evolusi pokemon.gif

Pokemon berevolusi (Sumber:www.giphy.com)

Kalau kita tarik ke arah yang lebih luas, evolusi ini secara tidak sadar kita lakukan selama hidup. Jika kamu perhatikan, bentuk fisik kita berevolusi. Cara berpikir kita berevolusi. Hati kita berubah menjadi lebih kuat setiap kali kita patah hati dan berhasil move on.

Tapi, kira-kira apa hubungannya dengan biologi?

Di dalam biologi, dikenal istilah “teori evolusi”. Teori evolusi adalah teori yang membahas bagaimana makhluk hidup dapat berkembang, asal-usulnya, serta keterkaitan genetik antara makhluk hidup yang satu dengan yang lain.

Menariknya, sampai saat ini, teori evolusi merupakan hal yang masih terus dikaji. Berbagai ahli sudah memberikan pendapat bagaimana suatu makhluk hidup dapat “berubah” bentuk menjadi seperti yang saat ini kita lihat.

Bicara soal teori evolusi, ada dua orang yang terkenal akan teori evolusinya. Kedua orang itu adalah Lamarck dan Darwin. Meskipun kelihatannya cukup bertentangan, tetapi kedua orang ini mempunyai landasan teori evolusi yang sangat menarik, lho.

Teori Evolusi Lamarck (1744-1829)

lamarck

Jean-Baptiste de Lamarck (Sumber:www.bbc.co.uk)

Dalam bukunya yang berjudul “Philosophic”, Jean-Baptiste de Lamarck, ahli biologi berkebangsaan Perancis ini menyebutkan beberapa gagasan terkait dengan teori evolusi:

  • Lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri dan sifat yang dihasilkan melalui adaptasi lingkungan.
  • Ciri dan sifat yang terbentuk akan diwariskan kepada keturunan.
  • Organ yang sering dgunakan akan berkembang dan membesar, sementara organ yang jarang digunakan akan mengalami penyusutan, atau bahkan menghilang.

Lamarck memberikan contoh pada spesies jerapah.

Lamarck berpendapat bahwa panjang leher jerapah yang kita lihat saat ini merupakan akibat dari adanya evolusi.

Menurut Lamarck, di masa lalu, jerapah hanya ada satu jenis, yaitu jerapah dengan leher pendek. Nah, karena makanan jerapah ini ada di pucuk daun yang tinggi, mau tidak mau, jerapah harus berusaha untuk menggapai dedaunan tersebut. Jerapah pun menguatkan otot lehernya dan menggunakannya secara maksimal sehingga lehernya dapat menjadi panjang.

Sifat jerapah berleher panjang ini pun diwariskan kepada keturunanya sehingga semua jerapah yang kita lihat saat ini berleher panjang.

teori evolusi lamarck-1.jpg

Menariknya, gagasan yang dikeluarkan oleh teori evolusi Lamarck ini menghasilkan 2 fakta penting:

  • Adanya penemuan fosil yang memperlihatkan bahwa makhluk hidup zaman dulu berbeda dengan makhluk hidup masa sekarang.
  • Teorinya menjelaskan mengapa setiap makhluk hidup memiliki adaptasi yang baik terhadap lingkungan.

Gagasan Lamarck ini memperlihatkan bahwa tiap makhluk hidup punya cara adaptasi sesuai dengan cara hidupnya masing-masing. Itulah mengapa singa punya cakar yang kuat untuk menecngkeram mangsa. Mengapa gajah punya belalai panjang untuk mengumpulkan makanan. Itulah mengapa, rusa punya otot kaki yang kuat, demi bisa kabur dari kejaran predator.

Teori Evolusi Charles Darwin

charles darwin

Charles Darwin (Sumber:www.wealthygorilla.com)

Ada beberapa perbedaan teori evolusi Darwin dan Lamarck setelah Charles Darwin melakukan perjalanan ke kepulauan Galapagos, pesisir Amerika Selatan.

Saat meneliti ke sana, Darwin mendapatkan pengalaman yang tidak terduga.

Ternyata, variasi hewan dan tumbuhan di kepulauan Galapagos sangat terlihat jelas. Dua hewan yang membuat Darwin takjub adalah burung finch dan kura-kura galapagos.

Mengapa?

Baca juga: Memahami Konsep Seleksi Alam dari Ngenga Biston betulalria

Saat Darwin amati, ternyata burung finch yang ada di sana memiliki banyak variasi jenis. Menurut Darwin, pada mulanya, burung finch ini berasal dari satu spesies pemakan biji di Amerika Selatan.

Karena mencari makan, burung-burung finch ini kemudian bermigrasi dan terdampar ke tempat yang berbeda. Ada yang pergi ke tempat dengan banyak biji-bijian, ada yang dipenuhi serangga, ada yang pergi ke tempat yang banyak bunga dan nektar. Dengan adanya perbedaan jenis makanan itu, burung finch akhirnya beradaptasi dan mengubah bentuk paruh sesuai dengan makanannya.

Hasilnya, burung finch berevolusi menjadi beberapa spesies baru.

burung finch.jpg

Berbagai spesies burung finch (Sumber:www.omlet.co.uk)

Selain burung finch, Darwin juga meneliti kura-kura Galapagos yang mempunyai jenis cangkang berbeda.

Pada habitat yang basah, Darwin menemukan jenis kura-kura berukuran besar dengan cangkang berbentuk kubah. Sementara di habitat yang kering, kura-kura yang ditemui justru berukuran kecil dan bentuk cangkangnya seperti pelana.

kura-kura galapagos.jpeg

Kura-kura Galapagos (Sumber:www.people.rit.edu)

Fenonema ini membawa Darwin pada kesimpulan: Individu yang beradaptasi pada habitat dengan baik akan mewariskan sifat unggul kepada generasi selanjutnya. Lebih jauh lagi, sifat unggul ini lama-kelamaan dapat mengubah bentuk asli dari spesies sebelumnya, sehingga berevolusi menjadi spesies yang sama sekali berbeda.

evolusi manusia.gif

sumber:www.giphy.com

Setelah melakukan perjalanan itu, pada tahun 1859, Darwin memublikasikan bukunya yang berjudul “The Origin of Species by Means of Natural Selection”. Di dalamnya, Darwin mengemukakan teori evolusinya secara berkala. Ada dua teori pokok yang disampaikannya:

  • Spesies yang hidup sekarang berasal dari spesies yang hidup di masa lalu.
  • Evolusi terjadi melalui seleksi alam.

Seperti halnya Lamarck, Darwin mencontohkan teorinya dengan spesies jerapah yang ada saat ini. Berbeda dengan Lamarck, Darwin berpendapat, pada masa lalu, jerapah ada dua jenis: jerapah leher panjang, dan jerapah leher pendek.

Kedua jerapah ini sama-sama mengambil makanan dari pucuk ranting.

Lama-kelamaan, daun yang berada di bagian bawah mulai habis dan tersisa daun di batang pohon yang tinggi. Apa akibatnya?

Kedua spesies jerapah ini pun berkompetisi untuk mengambil daun tersebut. Dan, karena jerapah leher pendek kesulitan untuk menggapai dedaunan tinggi, akhirnya spesies jerapah ini mati sehingga menyisakan spesies jerapah leher panjang. Jerapah yang kita lihat saat ini.

perbedaan teori darwin dan lamarck-1.jpg

Jerapah menurut Lamarck (kiri) & Darwin (kanan) (Sumber:www.funnyjucnk.com)

 

Melihat contoh ini, kamu bisa simpulin, nggak, kira-kira apa perbedaan paling besar dari teori evolusi Darwin dan Lamarck?

Ya, pada teori evolusi Darwin, terlihat jelas bahwa adanya variasi organisme terjadi dengan sendirinya (dari dulu memang sudah ada jerapah leher panjang dan pendek) yang kemudian diseleksi oleh alam. Sementara menurut Lamarck, variasi ini terjadi sebagai akibat dari perubahan lingkungannya. Bagaimana si organisme berusaha beradaptasi terhadap lingkungannya.

Gimana, materi mengenai teori evolusi ini Squad? Kalau kamu ingin memelajari materi seperti ini dalam bentuk tontonan video lengkap dengan animasi, latihan soal, dan rangkuman, coba gunakan ruangbelajar!

ruangbelajar

Beri Komentar