Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Usaha Anda

Fatin Dinni Inayah

Nov 23, 2018 • 3 min read

sukses kerja


Rekan Kerja, pasti Anda merasa kesal bukan jika produk dari usaha yang Anda jual dicontek dan diakui oleh pedagang lainnya? Namun Anda tidak dapat melaporkan tindak tersebut sebagai sebuah tindakan kriminal. Lho, kok bisa? Sebab laporan Anda hanya akan diterima bila usaha Anda tidak memiliki Hak Kekayaan Intelektual yang kemudian dikenal sebagai HAKI dan kini telah berubah menjadi HKI di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan dan Hak Asasi Manusia RI. Kasus ini sangat sering terjadi karena belum banyak pengusaha yang memahami apa itu HKI.

Bidang HKI sendiri terbagi menjadi dua, yaitu komunal dan personal. HKI komunal adalah sebuah kekayaan yang dimiliki oleh suatu kelompok masyarakat yang hidup di suatu tempat secara tetap, sedangkan pada HKI personal adalah yang dimiliki sepenuhnya oleh individu. IKM umumnya tergolong ke dalam HKI personal. Keduanya wajib memiliki hak cipta agar memiliki perlindungan hukum. Namun, perhatikan dulu tiga hal ini sebelum Anda mendaftarkan hak cipta untuk usaha Anda.

1. Kenali jenis perlindungan hak cipta yang sesuai untuk usaha Anda

 Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual

Tari merupakan salah satu objek perlindungan hukum yang termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan (Sumber: ragamseni.com)

Objek perlindungan hak cipta terbagi menjadi tiga, di antaranya adalah bidang sastra, seni, dan ilmu pengetahuan. Pada masing-masing bidang ini terbagi lagi beberapa jenis yang perlu Anda ketahui contoh-contohnya, yaitu: 

  • Sastra : puisi, bunga rampai, tafsir, dan terjemahan.

  • Seni : buku, program, komputer, makalah, kuliah/pidato, alat peraga, peta, dll.

  • Ilmu Pengetahuan: musik, drama, tari, wayang, film, lukisan, pahat/patung, kaligrafi, batik, dll.

Di Indonesia, usaha dalam bidang seni adalah yang paling sering ditemui, karena meliputi banyak hal seperti batik, kaligrafi, musik, tari, karya pahat, film, drama, wayang, fotografi, dsb. Sedangkan objek perlindungan hak cipta yang termasuk ranah IKM adalah di bidang seni berupa ukiran dan kerajinan. 

Baca juga: Pentingnya Pengusaha Mengenal SNI dan Manfaatnya bagi Bisnis IKM

2. Pahami dasar-dasar hak cipta sebelum mendaftar

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Hak Kekayaan IntelektualKenali siapa pemegang hak cipta usaha Anda (Sumber: Flickr.com)

Tentukan empat poin dasar sebelum Anda mendaftarkan hak cipta usaha Anda, yaitu pencipta, ciptaan, hak cipta, dan pemegang hak cipta. Anda mungkin sudah memahami siap pencipta, ciptaan, dan hak cipta yang seharusnya dimiliki oleh usaha Anda. Namun apakah Anda pernah terpikir siapa saja yang pantas disebut sebagai pemegang hak cipta usaha Anda? Menurut Undang-undang pemegang hak cipta adalah penciptanya, orang yang menerima hak cipta dari pencipta, dan orang lain yang telah menerima hak cipta dari orang tersebut.


3. Ketahui ketentuan perlindungan hukum yang akan Anda dapatkan

Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Mendaftarkan Hak Kekayaan IntelektualHak Cipta melindungi usaha Anda seumur hidup (Sumber: Millenniumlocksmith.com)

Bila usaha Anda telah terdaftar dalam HKI, maka usaha Anda berhak mendapatkan perlindungan seumur hidup ditambah 70 tahun setelah meninggal. Contoh jenis-jenis barang yang mendapatkan perlindungan seumur hidup ini ada banyak, seperti segala hasil seni, ceramah/kuliah/pidato, peta, dan terjemahan. Sedangkan ada pula objek yang mendapatkan perlindungan hukum selama 50 tahun saja tanpa perpanjangan jika sang pencipta telah meninggal dunia, yaitu meliputi program komputer, sinematografi, database, fotografi, karya hasil pengalihwujudan, dan penerbit yang memegang hak cipta yang ciptaannya tidak diketahui selama 50 tahun.


Nah,  sekarang Anda sudah tahu kan apa saja yang harus Anda perhatikan sebelum mendaftarkan hak cipta untuk usaha Anda? Masih banyak sekali lho informasi yang bisa Anda dapatkan mengenai hak cipta di materi IKM Digital Learning di aplikasi ruangkerja. Pelatihan kewirausahaan ini merupakan inisiasi dari Kementerian Perindustrian yang bekerja sama dengan Ruangguru sehingga materi yang informatif dikemas secara menarik dan mudah dipahami. Tidak hanya itu, Anda juga akan mendapatkan sertifikat setelah menyelesaikan kelasnya. Unduh gambar berikut untuk bergabung dengan kelasnya ya, Rekan Kerja!

 

New call-to-action

Beri Komentar

Recent Posts