Kimia Kelas 10 | Dampak Polusi Udara bagi Kecerdasan Otak Manusia

Fahri Abdillah

Dec 5, 2018 • 7 min read

konsep pelajaran SMA Kelas X Kimia X


dampak negatif polusi udara

Artikel ini membahas dampak polusi bagi kesehatan manusia. Selain berpengaruh pada saluran pernapasan, ternyata polusi udara juga berdampak negatif pada kecerdasan otak manusia.

--

“Bang bakso uratnya satu porsi ya,” kata siswa SMA yang sedang mampir ke warung bakso setelah pulang sekolah.

“Campur?” Abang bakso memastikan pesanan siswa SMA itu.

“Iya bang. Eh jangan pake mecin bang!” Siswa itu sudah hampir duduk di meja makannya, tapi ketika ingat tentang mecin, ia langsung menghampiri si abang.

“Alergi ya? Jadi kurang sedep dong,” kata si abang.

“Enggak bang, takut tambah bodoh makan mecin mulu,” jawab si siswa.

“Hmmh dasar bocah, bodoh kok nyalahin mecin. Kalo nggak mau bodoh ya belajar, baca buku ,” kata si Abang bakso dalem hati. Ia cuma ngelirik sambil mendehem ke anak SMA itu.

Kamu pasti juga pernah ya menganggap kalau mecin bisa menyebabkan kebohohan? Atau malah sampai sekarang kamu masih berpikir begitu? Oh kamu salah sangka Squad. Mecin itu sama sekali nggak berpengaruh pada penuruhan tingkat kecerdasan.

Terus, zat kimia a1pa dong yang sering kita temui dan itu menyebabkan kita bodoh?

Jawabannya adalah POLUSI! Ya, polusi udara. Zat yang hampir setiap harinya kita hirup, apalagi buat kamu-kamu yang tinggal di kota yang cukup padat penduduknya, kaya Jakarta atau Surabaya.

Sering kan kamu merasa sesak ketika berjalan di tengah kota, atau saat mengendarai kendaraan? Setiap kamu tarik napas, udara yang kamu hirup sama sekali nggak segar. Jauh beda ketika kamu di pesisir pantai atau di hutan.

Kendaraan bermotor dan juga pabrik adalah salah satu sumber dari tercemarnya udara kita. Coba deh kamu perhatiin kalau naik motor malem-malem, kamu coba liat ke arah pancaran sinar lampu kota, nanti kamu akan melihat seperti ada kabut yang lumayan tebal. Nah itulah polusi udara yang terkumpul di udara kita. Kamu bisa bayangin kan gimana kalau kamu naik motor terus nggak make masker?

Terus kamu juga pernah kan mau berangkat kerja atau sekolah, terus kena macet di jalan? Badan nggak lagi seger, pikiran udah semrawut, baju jadi bau nggak enak, pokoknya jadi nggak fresh lagi deh. Pernah kan? Ya itu karena polusi.

 

Gelap banget ya Jakarta ketutup “kabut” (sumber: Merdeka.com)

 

Oke sekarang kita bahas apa itu polusi dan apa saja dampaknya bagi kesehatan ya.

 

Kalau kita mengacu pada Undang-Undang nomer 23 tahun 1997, polusi itu adalah masuk atau dimasukkannya zat, energi, makhluk hidup dan atau komponen ke dalam suatu lingkungan, yang akhirnya membuat kualitas lingkungan itu menurun.

Bahkan, menurunnya kualitas lingkungan itu sampai pada tingkat tidak bisa lagi digunakan sebagaimana seharusnya. Nah, yang melakukan dan menyebabkan polusi itu adalah manusia.

Polusi atau pencemaran juga bisa diartikan sebagai perubahan komposisi dari suatu zat, seperti air, udara, tanah, dan juga lingkungan. Pada akhirnya kualitas dari zat itu berkurang dan nggak bisa lagi digunakan sebagaimana fungsinya.

Ngomong-ngomong soal polusi, nggak lengkap kalau kita nggak bahas juga soal polutan.

 

 

Kamu tahu nggak jenis polutan mana yang bisa berdampak pada kondisi kesehatan manusia? Yap. Jawabannya adalah polutan kimiawi. Soalnya gini, polutan kimiawi itu kan berbentuk senyawa kimia yang konsentrasinya sangat tinggi, makanya bisa menimbulkan pencemaran. Contohnya itu Gas karbon dioksida (CO2).

Kita sama-sama bisa merasakan kalau semakin ke sini, lingkungan kita semakin tercemar. Udara, tanah, bahkan air. Kamu bisa lihat sungai-sungai di Jakarta, kamu bisa lihat juga kabar terbaru tentang matinya ikan Paus Sperma akibat banyaknya sampah yang ada di dalam tubuhnya.

Enggak, enggak. Paus itu enggak mau makan sampah kok, tapi hewan berbadan besar ini memiliki keterbatasan pada penglihatan, jadi sampah-sampah yang ada di lautan, ia pikir itu adalah makanan. Kematian Paus Sperma menunjukkan betapa tercemarnya lautan kita. Lagi-lagi ulah manusia.

Gimana? Sedih nggak melihat paus itu mati karena sampah yang dibuang oleh manusia?

 

Nah, polusi sendiri dibagi menjadi 4 jenis nih Squad, di antaranya:

1. Polusi Udara

Polusi udara biasanya terjadi karena polutan yang berbentuk gas atau zat partikel. Contoh yang dapat menimbulkan polusi udara itu seperti:

Gas karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), HzS (Gas beracun), nitrogen dioksida (NO2), sulfur dioksida (SO2). Nah asalnya itu bisa dari asap kendaraan bermotor, asap pabrik, pembakaran sampah, dan banyak lagi.

2. Polusi Air

Polusi air terjadi karena adanya zat atau polutan yang dapat menimbulkan polusi air. Contohnya itu limbah cair industri, insektisida yang digunakan oleh para petani, Hg, CO, dan Zn. Selain itu, sampah-sampah plastik juga menjadi salah satunya.

3. Polusi Suara

Polusi suara biasanya terjadi karena adanya suara bising dan juga deru mesin kendaraan. Banyak lagi penyebabnya. Seperti mesin pabrik, mesin penebang pohon, dan masih banyak lagi, pokoknya selama pendengaran kamu merasa terganggu, maka kamu sedang terkena polusi suara.

4. Polusi Tanah

Polusi tanah bisa terjadi karena adanya zat atau polutan yang menimbulkan tercemarnya tanah, seperti sampah plastik, sampah karet, sampah botol, dan lain halnya yang dibuang sembarangan ke tanah.

Itu adalah jenis-jenis polusi yang ada di sekitar kita. Polusi-polusi itu ternyata cukup memiliki dampak yang signifikan bagi tubuh manusia lho.

 

Kamu pasti tahu dong, kalau polusi udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan, jantung, bahkan juga kanker, kamu pastinya udah tahu dong. Tapi kalau polusi udara dapat menyebabkan penurunan tingkat kecerdasan, apakah kamu sudah tahu?

Oke, begini, Dr. Frederica P. Perera, seorang Direkrur Columbia Center for Children’s Environmental Health, bersama teman-temannya telah melakukan sebuah penelitian tentang dampak polusi bagi manusia. Hasilnya adalah?

Anak-anak yang berumur 5 tahun di kota New York yang sejak dalam kandungan sudah terpapar oleh polusi udara dengan kandungan Polycyclik Aromatic Hydrocarbon (PAH), akan memiliki IQ yang lebih rendah 4 poin dari anak-anak yang kurang atau tidak terpapar oleh PAH. Polusi itu muncul dari asap kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik. Wiiiih ngeri ya.

Nah, hasil penelitian ini kemudian diterbitkan oleh Journal of American Academy of Pediatrics pada bulan Juli 2009.

Tapi niiih, ternyata bukan cuma anak-anak aja yang tingkat kecerdasannya dapat dipengaruhi oleh polusi. Pada tahun 2008 dilakukan penelitian terkait hal tersebut, oleh School of Public Health dari Harvard University yang bekerjasama dengan University of North Carolina di Chapel Hill. Penelitian itu dilakukan dengan mengambil sampel orang-orang yang berusia 20-50 tahun.

Hasilnya adalah…..

Polusi dapat menurunkan konsentrasi

Sekarang kamu masih mau bilang mecin bikin bodoh? Nyalahin mecin karena kamu nggak bagus-bagus nilainya? Justru kamu semua harus menyalahkan orang-orang yang suka membuang sampah sembarangan, pemilik kendaraan yang kendaranya mengeluarkan asap kotor, orang bakar sampah, dan juga pemilik pabrik. Karena polusi udara itu muncul dari itu semua.

Lalu ada nggak sih cara yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi munculnya polusi yang semakin besar? Ya jelas ada dong. Setiap penyakit itu bisa disembuhkan, tinggal mau atau enggaknya. Nah begitu juga polusi, bisa banget dikurangi, tapi kamu mau nggak konsisten melakukannya?

 

Satu lagi nih, belajar. Belajar yang bener, baca buku, baca materi pelajaran, bisa lewat artikel-artikel yang ada di blog ini atau kalau mau belajar lewat media lainnya juga bisa lewat ruangbelajar. Kamu bisa belajar lewat video, bisa latian soal juga lagi, dan kamu bisa melakukannya di rumah, di taman, atau tempat-tempat yang banyak tumbuhannya. Biar nggak terpapar polusi.

 ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts