Ini Rahasia Tengku Rediya Zalzabila, Si Tukang Tidur yang Lolos Beasiswa Luar Negeri

Ruangguru Jul 29, 2016 • 4 min read


tengku-rediya-zalzabila_20160728_093526

Mendapat kesempatan bersekolah ke luar negeri tentu jadi impian banyak orang. Salah satunya bagi Tengku Rediya Zalzabila. Pelajar kelas 11 asal SMAN 1 Giri Banyuwangi ini mapmu mewujudkan keinginan belajarnya di negara adidaya Amerika Serikat (AS), lho! Namun uniknya, ternyata ia kerap dikenal sebagai anak yang seringkali tertidur di kelas. Bagaimana bisa mendapat beasiswa luar negeri ya? Simak yuk, ceritanya.

Asya, begitu panggilan sapaannya, merupakan satu-satunya siswa yang terpilih dari Banyuwangi dalam program beasiswa bernama Youth Exchange Study bersama dengan 84 siswa lainnya, dari total 18 ribu pelajar Indonesia yang mendaftar secara online.

Kennedy-Lugar Youth Exchange and Study (YES) merupakan program yang didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS). Memberikan beasiswa bagi siswa sekolah menengah (usia 15-17) dari negara-negara dengan populasi Muslim yang signifikan. Jadi, siswa yang lolos akan menghabiskan satu tahun akademik di AS.

Program ini mulai rilis di Indonesia sejak tahun 2003. Tujuannya adalah memperluas jaringan antara orang Amerika dan Indonesia untuk meningkatkan rasa menghargai satu sama lain. Sejak saat itu, hampir seribu siswa Indonesia mengikuti program tersebut dan alumninya telah tersebar di mana-mana.

beasiswa luar negeri Alumni peserta Kennedy-Lugar YES (Sumber: exploretheworld.org)

Menjadi lolos tentu bukan hal yang mudah bagi gadis kelahiran Denpasar, 8 Mei 1999 ini. Ia melalui proses panjang (sekitar satu tahun) yang cukup ketat dan digelar secara terpisah di empat kota. Mulai dari tes psikologi, kemampuan kelompok, kreativitas, dan kepekaan sosial masyarakat. Oleh sebab itu, ia berani mengambil risiko untuk menunda sekolahnya selama setahun demi menjalankan program ini. "Anggap saja seperti ketapel. Ditarik mundul dulu untuk melesat lebih jauh. Berarti nanti saya selesaikan sekolah dengan adik kelas saya," ujarnya.

Apa persiapannya?

Penggemar Justin Bieber ini sudah mempersiapkan keberangkatannya, termasuk melengkapi berkas-berkas internasional dan kesehatan. Ia sampai suntik vaksin hingga sepuluh kali! Selain itu, menguasai banyak bahasa asing menjadi bekal tambahannya. Selain Inggris, bahasa lain yang dikuasai adalah Jepang, Korea, Mandarin, serta Jerman. Anak sulung dari T.M.Hatta dan Siti Ustadiah ini belajar banyak bahasa secara autodidak melalui film, lagu, dan Youtube. Di sela kegiatannya, ia masih menyempatkan untuk belajar bahasa baru, Spanyol.

Di negeri Paman Sam nanti, rencananya selain sekolah ia akan tinggal di rumah ibu angkat dan bekerja menjadi relawan. Bisa di panti asuhan, jompo, dan tempat-tempat sosial lainnya. Tak lupa juga untuk mengenalkan budaya Indonesia. Itulah sebabnya, ia sedang giat belajar tari Gandrung, tarian tradisional Banyuwangi untuk pentas di sana. 

Tukang Tidur

Dijuluki "si tukang tidur" di kelas, orang tuanya sempat dipanggil wali kelas untuk menanyakan perilaku belajarnya di rumah. Ibunya sempat berpikir bahwa Asya terkena kelainan gangguan syaraf atau diabetes. Maka dari itu, ia pun dibawa ke dokter untuk diperiksa. Menurut dokter, tidak ada masalah yang berarti pada Asya. Hanya saja, ia lebih bersemangat ketika pelajaran praktik dan bertemu guru yang aktif. Pelajaran seperti Matematika dan Fisika membuatnya cepat bosan. Jika merasa kesulitan dan dengan metode belajar mengajar tersebut, secara tak sadar Asya selalu ngantuk dan tertidur pulas saat di kelas. Kalau ketinggalan materi akibat ketiduran, ia meminjam catatan teman dan belajar sendiri. Jika belum paham, ia akan langsung menanyakan kepada guru yang bersangkutan.

Tengku Rediya Zalzabila

Gurunya tidak mempermasalahkan karena selama nilai akademiknya tidak buruk. Terbukti, ia selalu masuk dalam peringkat tiga besar di kelas dan memenangkan berbagai kejuaraan lomba bahasa asing. Apa rahasianya? Asya tahu metode belajar yang tepat untuknya. Seperti yang sudah dijabarkan di atas, ia belajar lewat video dan audio. Hayo, kamu sendiri sudah tahu belum metode belajarmu? Dengan tahu metode belajarmu, belajar apa pun pasti jadi lebih mudah. Gadis berusia 17 tahun ini ingin menularkan semangatnya pada ribuan remaja agar mau berjuang mewujudkan impiannya. Psst, tapi kebiasaan Asya yang sering ketiduran di kelas jangan ditiru ya! 

Bagi kamu yang juga merasa apa yang dialami Asya, coba yuk memahami pelajaran dengan ruangbelajar yang kini telah memuat ratusan ribu video belajar dengan animasi yang dapat membantumu. Siapa tahu, kamu juga bisa beruntung seperti Asya mendapat beasiswa luar negeri juga! :)

ruangbelajar

Beri Komentar