Revolusi Kuba, Tetangga yang Menjadi Ancaman Amerika Serikat | Sejarah Kelas 12

Seno Aji Jul 2, 2018 • 5 min read


sejarah_12
 

Pada artikel sejarah kelas XII ini, kita akan membahas beberapa peristiwa pada saat perang dingin yang terjadi di Kuba, di antaranya adalah Revolusi Kuba, Invasi Teluk Babi, dan Krisis Misil Kuba.

--
 

Kuba, sebuah negara di Amerika Tengah/Karibia, adalah negara yang cukup penting pada saat perang dingin terjadi. Negara ini menjadi kunci kekuatan Uni Soviet yang cukup membuat pusing Amerika Serikat karena letaknya. Selain itu Kuba juga hampir menjadi pemantik perang nuklir global antara Amerika dan Uni Soviet.

Perang ideologi setelah perang dunia ke 2 antara Amerika dan Uni Soviet, atau yang biasa disebut dengan perang dingin, membawa dampak yang cukup buruk ke seluruh dunia. Perang ideologi ini, membuat banyak negara melakukan revolusi dan perang saudara. Tak terkecuali Kuba.

Meningkatnya pergerakan revolusi di benua Amerika, khususnya Amerika Selatan dan Tengah juga berdampak pada Kuba. Pada saat itu Kuba melakukan sebuah revolusi.

1. Revolusi Kuba

Revolusi Kuba terjadi pada saat kepemimpinan Fulgencio Batista. Batista memerintah Kuba secara otoriter. Pemimpin revolusi Kuba yang paling terkenal adalah Fidel Castro. Castro melakukan beberapa kali gerakan revolusi, 1953–1955 dan 1955-1959.

Revolusi Kuba: Infografis Fidel Castro

Selain Castro dan kelompok The 26th Movement pimpinannya, Kuba juga memiliki kelompok revolusi lain. Kelompok revolusi lainnya adalah The Revolutionary Directorate yang dipimpin oleh Jose Antonio, dan kelompok The Second Front pimpinan Eloy Gutierrez.

Perjuangan revolusi dari tahun 1955-1959 selain berperang dengan senjata, Castro juga mencari bantuan dari luar negeri, seperti Meksiko. Kemudian mendapatkan bantuan dari Ernesto “Che” Guevara. Perjuangan yang dilakukan pada tahun 1955-1959 lebih bersifat gerilya.

Che Guevara

1 Januari 1959, Batista yang kalah melarikan diri ke Amerika Serikat. Hal ini menandai keberhasilan Revolusi Kuba. Kemudian Fidel Castro naik menjadi pemimpin dan pemerintahan Kuba menjadi pemerintahan komunis. Dengan kejadian tersebut, akibatnya Amerika merasa kecurian.

2. Invasi Teluk Babi

Karena kebijakan politik yang tertutup, banyak penduduk Kuba yang meninggalkan negaranya menuju Amerika. Hal ini dilihat oleh Amerika sebagai ancaman akan ideologinya. Pemerintah Amerika kemudian menggunakan para imigran ini untuk menggulingkan pemerintahan Fidel Castro. Peristiwa ini dikenal sebagai invasi Teluk Babi, yang berlangsung pada 15-17 April 1961. Penyerbuan yang sebagian besar dilakukan oleh imigran ini didukung persenjataan oleh CIA.

Revolusi Kuba: Infografis Invasi Teluk Babi

Invasi ini dengan cepat dapat digagalkan oleh Castro. Selain itu Castro juga berhasil menyandera 1000 lebih tawanan.

Amerika yang kalah harus menanggung biaya makanan dan obat-obatan seharga 53 juta Dollar Amerika untuk ditukarkan dengan pembebasan tawanan. Kekalahan ini adalah pukulan telak bagi Amerika yang memang kita tahu gemar berperang.

Selain itu, karena peristiwa ini Kuba memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Amerika serikat. Hal ini tentu membuat Uni Soviet senang, karena mendapat rekanan strategis di wilayah Amerika. Oh iya, tahu nggak sih kamu, kejadian ini memicu peristiwa terakhir dan hampir membuat peradaban manusia selesai lho. Kebanyang kan seberapa besar konflik ini terjadi.

3. Krisis Misil Kuba

Keberadaan negara komunis Kuba masih diiringi ketegangan dengan Amerika Serikat. Ketegangan berlanjut pada Krisis Misil Kuba (Cuban Missile Crisis) yang terjadi pada 14-28 Oktober 1962. Intelijen Amerika Serikat melaporkan adanya aktivitas pembangunan instalasi nuklir Uni Soviet yang termasuk rudal balistik jarak menengah.

Salah satu alasan Uni Soviet membangun instalasi nuklir itu adalah agar Amerika Serikat tidak menyerang Kuba lagi, mengingat sebelumnya Amerika Serikat terbukti melakukan Invasi Teluk Babi. Instalasi nuklir tersebut hanya berjarak 90 mil dari wilayah Amerika Serikat, yang jelas mengancam kawasan pantai timur ke Amerika Serikat sewaktu-waktu.

Revolisi Kuba: Dampak krisis nuklir kuba

Presiden John F. Kennedy mencegah usaha tersebut dengan memblokade sekitar perairan Kuba. Usaha ini bermaksud mencegah masuknya kapal selam Uni Soviet yang diduga membawa peralatan nuklir ke Kuba. Krisis Misil Kuba berakhir dengan kesepakatan antara John F. Kennedy dengan Nikita Khrushchev pada tanggal 28 Oktober 1962.

Amerika Serikat berjanji tidak akan menguasai Kuba dan melucuti rudal-rudalnya di Turki. Sedangkan Uni Soviet akan menarik seluruh instalasi nuklirnya di Kuba. Penyelesaian krisis ini membuat lega warga dunia, karena jika berlanjut dalam perang fisik maka kehancuran dunia dapat lebih parah daripada Perang Dunia II.

Konflik di Kuba seperti Invasi Teluk Babi dan Krisis Misil Kuba menjadi contoh bahwa kawasan Amerika Latin menjadi tempat terjadinya Perang Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Amerika Serikat tidak senang dengan pemerintahan Kuba yang komunis di bawah pimpinan Fidel Castro, karena Kuba akan cenderung berpihak pada Uni Soviet. Sedangkan Uni Soviet yang berkawan dengan Kuba ingin menempatkan pengaruh komunisme di kawasan Amerika, sekaligus sebagai bentuk persaingan terhadap kekuasaan Amerika Serikat.

Gimana Squad, seru abis kan ya posisi Kuba pada saat perang dingin, hampir menjadi penyebab perang dunia ke 3 dan bikin Amerika kelabakan. Nah, kalau masih ada yang ingin kamu ketahui tentang Revolusi Kuba, kamu bisa tanya-tanya langsung sama tutor Ruangguru melalui ruanglesonline. Di sana gak hanya ada tutor sejarah, tapi juga tutor pelajaran lainnya, dan pastinya tutornya asik, bersahabat, dan ngerti abis sama mata pelajaran yang di pegang, coba yuk!

New Call-to-action

Sumber referensi:

Hapsari R, Adil M. (2018) Sejarah untuk SMA/MA Kelas XII Kelompok Peminatan. Jakarta: Erlangga.

 

Artikel terakhir diperbarui 27 Oktober 2020. 

Beri Komentar