Semua Berhak Sekolah, Termasuk Anak Jalanan

Halimatus Sya'diyah Jul 26, 2018 • 4 min read


Halo, Squad! Sudah masuk sekolah lagi nih, semangat ya! Tunjukkan kalau anak-anak Indonesia itu rajin untuk menggapai cita-citanya. Sebab, dengan pendidikan, masa depan negara bisa menjadi lebih terjamin. Walau, belum semua anak bisa mengakses pendidikan dengan mudah. Misalnya saja, para anak jalanan atau kaum marginal yang hidup di bawah garis kemiskinan. Namun, ternyata beberapa kelompok anak jalanan berikut ini mampu membuktikan bahwa mereka juga tidak mudah putus asa untuk menempuh asanya. Penasaran siapa saja? Yuk, simak cerita 3 sekolah jalanan nan inspiratif berikut ini!

anak jalanan

Pendidikan untuk kaum marginal. (Sumber: nasional.sindonews.com)

1. Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJ)

Terletak di Taman Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) DKI Jakarta, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Sekolah ini berdiri tahun 2002 di bawah Yayasan Pemberdayaan Rakyat Miskin (PaRam). Kelas-kelasnya terbagi menjadi 3 bagian, yaitu : kelas TK A1 untuk pendidikan usia dini (PAUD), lalu TK A2 untuk anak usia 5-6 tahun, dan TK B untuk anak usia 6-7 tahun.

Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari Senin hingga Jumat dari jam 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Para guru tanpa pamrih berusaha mencerdaskan para bibit bangsa. Mereka tetap semangat belajar Pancasila, lagu-lagu nasional, dan pendidikan dasar agama Islam meskipun ruang kelasnya hanya satu. Tak lupa pula proses akademik didampingi oleh kegiatan ekstrakurikuler setiap Sabtu.

2. Sekolah Darurat Kartini

anak jalananTidak hanya ilmu,  anak-anak mendapat makanan di sekolah (Sumber: truly-3wi.blogspot.com) 

Sekolah anak jalanan yang satu ini sudah berkiprah sejak tahun 1990. Pendirinya yakni Sri Rossyati dan Sri Irianingsih yang akrab disapa guru kembar. Sekolah Darurat Kartini memulai debutnya di bawah kolong tol Jakarta Utara, tepatnya di daerah Pluit. Sistem belajarnya dibagi per kelompok sesuai jenjangnya, yaitu PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA. Di sana mereka belajar pendidikan formal dan non formal. Bahkan, anak-anak dapat mengikuti Ujian Nasional (UN) dalam menyelesaikan pendidikannya.

Murid-murid sekolah gratis ini datang dari rentang usia 4 hingga 18 tahun yang tinggal di bantaran rel kereta dan kolong jalanan Jakarta. Sekolah Darurat Kartini tercatat sudah beberapa kali pindah lokasi akibat penggusuran. Akhirnya, tahun 2013 sekolah tersebut sudah mempunyai tempat baru di kawasan pergudangan di Lodan, Pademangan, Jakarta Utara. Berdiri di atas tanah milik PT KAI, ratusan anak-anak belajar dengan semangat demi mewujudkan mimpinya.

3. Sekolah Bisa

anak jalanan4

Sekolah Bisa didirikan oleh British International School dan The Body Shop (Sumber: infobintaro.com)

Bukan hanya Jakarta, tapi Tangerang juga mempunyai sekolah khusus kaum marginal, yaitu Sekolah Bisa. Bangunan sederhananya berdiri di dekat Carrefour Bintaro, Tangerang Selatan. Sejak tahun 2011, sekolah yang didirikan oleh British International School (BIS) bersama The Body Shop ini mengentaskan miskin pendidikan bagi anak-anak kurang mampu. Mereka belajar dari pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Uniknya, setiap hari ada angkot sewaan yang akan antar-jemput mereka ketika hendak dan usai belajar. Sekolah ini juga menyediakan makan siang gratis.

Semasa pendidikan, ada 3 orang guru yang senantiasa membimbing puluhan anak di Sekolah Bisa. Di sekolah ini, kelas terbagi berdasarkan rentang usia, yaitu TK, SD 1, dan SD 2. Kelompok TK terdiri dari usia yang sama dengan TK hingga 1 SD, sementara kumpulan SD 1 usianya setara dengan kelas 2 dan 3 SD. Kemudian terakhir SD 2 setara dengan anak usia kelas 4 hingga 6 SD. Hal itu memang berbeda dari sekolah pada umumnya. Layaknya bimbingan belajar semi privat, mata pelajaran yang diajarkan sama, namun berbeda penyampaian materi tergantung usia anak.  

Nah, itulah beberapa sekolah khusus anak jalanan, inspiratif sekali ya, Squad? Sebenarnya, masih banyak lagi sekolah anak jalanan lain yang membantu mengentaskan buta pendidikan. Karena apapun kendalanya, pendidikan tetap nomor harus diperjuangkan. Jangan pernah menyerah dalam mencapai cita-cita, ya!

Pendidikan tentunya tidak mengenal batas seperti anak jalanan yang selalu bersemangat mengejar ilmu walau dalam keterbatasan ya, Squad. Mendapatkan ilmu terasa lebih mudah di era digital seperti sekarang. Contohnya, kamu dapat belajar dan bertanya seputar soal-soal hanya lewat smartphone kamu! Mau tau caranya? Gabung aja di ruanglesonline! Tinggal foto soal yang kamu nggak pahami, tutor terbaik Ruangguru akan bantu kamu via live chat.

New Call-to-action

Beri Komentar