Fisika Kelas 7 | Tahap-Tahap Siklus Penanggulangan Bencana Alam

Fahri Abdillah Apr 29, 2020 • 5 min read


Siklus penanganan bencana alam

Artikel ini membahas tentang apa yang dimaksud dengan siklus penanggulangan bencana alam, apa itu siklus, dan tahap-tahapannya.

--

Apakah kamu tahu kalau negara kita, Republik Indonesia, dikatakan berada di jalur gempa teraktif di dunia? Enggak, ini nggak bermaksud nakut-nakutin kamu dan keluarga kamu. Tapi memang faktanya, kita hidup di sebuah negara yang dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik. Kamu bisa lihat, gunung berapi tersebar dari penjuru Sumatera sampai Papua. Setiap pulau memilikinya.

Selain itu, Indonesia juga berada di atas 3 tumbukan lempeng benua. Bagian utara ada Eurasia, selatan ada Indo-Australia, dan timur ada Pasifik. Maka dari itu, nggak heran kalau Indonesia menjadi negara yang rawan dengan gempa bumi, tsunami, dan juga letusan gurung berapi.

Belum lama ini, beberapa gunung berapi mulai menunjukkan aktivitasnya, seperti Gunung Merapi yang terletak di Jawa Tengah, dan Anak Krakatau yang terletak di Selat Sunda. Pada bulan Februari, Gunung Merapi dikabarkan sempat beberapa kali meletus di tahun 2020 ini. Pertama di bulan Maret, kemudian disusul pada di awal bulan April.

Letusan Gurung Merapi ini sempat mengeluarkan suara gemuruh yang kemudian disusul erupsi setinggi 6 km dari puncak gunung pada bulan Maret, dan 3 km pada bulan April. Masih di bulan April, tepatnya tanggal 10, Gunung Anak Krakatau menyemburkan abu vulkanik sekitar 657 meter di atas permukaan laut dan juga sempat terlihat menyemburkan percikan api.

Cukup intens ya aktivitas gunung berapi di tahun 2020 ini. Lalu apa yang harus kita lakukan? Pertama, kita harus pahami bahwa bencana alam itu datang secara tiba-tiba, terkadang bisa diprediksi, terkadang juga sulit diketahui jauh-jauh hari. Maka dari itu, untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, ada yang namanya penanggulangan bencana alam. Nah inilah yang harus kita pelajari dan pahami.

Untuk bencana alam sendiri, pastinya kamu sudah pada tahu dong ya pengertiannya.

Ciri Ciri bencana alam

Oke, jadi begini, di setiap terjadinya bencana alam, ada sebuah tahapan yang biasa disebut sebagai siklus penanggulangan bencana alam. Apa itu? Bagaimana cara kerjanya?

Pertama kita harus pahami terlebih dahulu, kenapa dinamakan siklus, bukan hanya penanggulangan bencana. Jadi, seperti yang sudah kamu tahu, bencana alam ini terjadi tidak hanya sekali, melainkan secara periodik atau berulang. Kita bisa memprediksinya, tapi karena ini berhubungan dengan alam, prediksi bisa tepat bisa juga tidak.

Maka dari itu, penanggulangan bencana alam pun harus dibuat dengan cermat, juga bertahap. Serangkaian itulah yang kemudian disebut sebagai siklus. Mulai dari bencana, pascabencana, prabencana, sampai kemudian bencana lagi, begitu seterusnya. Lewat artikel ini, kita akan pelajari siklus-siklus tersebut.

3 Tahap Siklus Penanggulangan Bencana Alam

1. Pascabencana 1 (Tanggap Darurat)

Banyak hal yang akan terjadi setelah terjadinya bencana. Orang-orang kehilangan yang mereka cintai, seperti keluarga, juga kerabat. Kehilangan harta benda, di tengah bangunan-bangunan yang porak-poranda.

Pada tahap awal awal setelah bencana ini, masyarakat akan mulai berfokus menyelamatkan korban korban yang bisa diselamatkan. Tim SAR atau tim Search and Rescue yang bertugas mengevakuasi dan menyelamatkan korban, akan berusaha menelusuri wilayah-wilayah yang masih mungkin terdapat korban selamat. Mereka tidak bekerja sendiri loh, masyarakat yang selamat serta para relawan dari berbagai wilayah pun turut membantu. Nggak cuma itu aja, korban yang sakit juga langsung memperoleh pengobatan. Tenda-tenda darurat didirikan, dapur-dapur umum dibentuk, semua masyarakat sibuk bahu-membahu membantu apa yang bisa dilakukan.

Tahap inilah yang disebut tahap tanggap darurat, yang dilakukan tepat setelah kejadian bencana. Namun, tahapan ini tak bisa terus-menerus dilakukan. Korban yang hilang tak bisa selamanya dicari. Dan masyarakat mau tidak mau harus belajar meneruskan hidup, mengikhlaskan apa yang telah hilang. Ketika fokus pada penyelamatan korban berakhir, maka kita akan memasuki tahapan berikutnya, yaitu tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi.

Baca juga: 5 Hal yang Harus Kita Lakukan Jika Terjadi Bencana Alam

2. Pascabencana 2 (Rekonstruksi dan Rehabilitasi)

Ketika bencana terjadi, jalan-jalan akan rusak, rumah-rumah rusak, bahkan ada yang hancur. Seringkali bencana juga menelan korban jiwa, orang-orang kehilangan tempat tinggal, pasar tutup, aktivitas ekonomi terganggu, sekolah libur, kehilangan pekerjaan. Semua itu sangat memungkinkan banyak korban yang mengalami gangguan psikologis, seperti trauma yang berkepanjangan.

Semua tahapan memperbaiki itu semua disebut tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi. Tahapan ini merupakan tahapan yang muncul setelah tanggap darurat. Rumah-rumah mulai di bangun, begitu pula jalan-jalan, serta berbagai bangunan lainnya. Pasar yang tutup perlahan dibuka kembali. Begitupun sekolah-sekolah, siswa berangsur-angsur masuk kembali. Kondisi masyarakat mulai berkembang normal seperti sebelum terjadi bencana.

Namun, seperti yang telah disebutkan di awal, kembali seperti awal aja nggak akan cukup, mereka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana yang akan kembali datang. Pada saat itulah, tahap pascabencana berakhir, dan kita memasuki tahap prabencana.

3. Prabencana

Untuk menghadapi bencana yang akan datang, seluruh pihak, baik masyarakat maupun pemerintah perlahan belajar dari kejadian-kejadian sebelumnya. Berbagai tindakan yang tujuannya untuk meminimalisir korban jiwa mulai dilakukan.

Seperti membuat rumah anti gempa, atau bisa juga membuat rute atau jalur evakuasi, yang biasanya akan kamu temui kalau lagi main-main ke daerah kaki gunung. Pemerintah dan tim kebencanaan, juga bisa melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang penanggulangan bencana kepada masyarakat, agar lebih siap dan siaga menghadapi bencana alam.

Memangnya, apa yang harus kita lakukan saat terjadi gempa bumi, tsunami, tsunami, atau letusan gunung api? Tentunya dengan melakukan beberapa hal yang sudah dianjurkan dalam siklus penanggulangan bencana alam. Harapannya, dengan melakukan hal ini, kerugian ataupun korban jiwa akibat bencana dapat berkurang. Maka dari itu, disebut dengan tahapan pra- bencana.

Jenis jenis bencana alam

Gimana? Sekarang udah tahu kan, apa aja yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri ketika bencana alam datang. Siklus penanggulangan bencana alam ini bener-bener penting banget dipahami, supaya kita bisa melakukan pertolongan pertama ketika menunggu bantuan datang. Selain itu, kita juga jadi bisa meminimalisir kerugian yang dialami.

Nah, banyak hal yang sebenarnya bisa kamu pelajari secara konsep dan juga contoh kasus. Kamu bisa belajar dengan nyaman di ruangbelajar, dengan menonton video belajar yang disampaikan secara baik oleh Master Teacher, dan topik-topik yang dibuat secara terstruktur.

ruangbelajar for desktop

Beri Komentar