Fisika Kelas 12 | Berbagai Manfaat Sinar Inframerah di Kehidupan Sehari-hari dan Karakteristiknya

Kresnoadi

Mar 17, 2019 • 5 min read

Fisika XII kelas xii SMA konsep pelajaran


apa itu sinar inframerah

Artikel ini membahas tentang manfaat sinar inframerah di kehidupan sehari-hari, sejarah penemuannya, serta karakteristik dan sifat-sifatnya.

--

Kamu nyadar nggak ada satu benda di dunia ini yang keliatannya sepele, tapi ngebantu kita banget. Benda itu bernama… kembang kol remote. Bayangin deh hidup kamu tanpa remote. Tiap mau nonton tv harus bangun dan mencet manual tv-nya. Kalo nontonnya tiduran dan mager, jempol kaki maju-maju buat ganti.

Ganti suhu AC, hand stand.

Mencetnya tetep pakai jempol kaki.

Tahu gak gimana cara kerja remote itu? Walaupun keliatannya gampang dan sederhana banget, sistem kerja remote itu menggunakan sinar inframerah.

Iya, pakai sinar. Makanya, Kamu harus mengarahkan remote dengan benar. Kalau ada benda yang menghalangi penerima sinyal di TV-nya, apapun yang kamu pencet di remote jadi gak pengaruh. Ya karena, informasi yang dikirimkan si sinar tidak sampai ke penerima alias TV.

Sinar inframerah ini pertama kali ditemukan oleh mas-mas kelahiran Jerman yang bernama Friedrich Wiliam Herschel tahun 1800. Iya, udah jadul banget ya? Setelah heboh karena berhasil menemukan planet Uranus di tahun 1781, Sembilan belas tahun kemudian ia mencoba membuat penemuan lain.

Di masa itu, Herschel akrab dengan penemuan Newton yang mengatakan bahwa sinar matahari dapat dipisahkan menjadi komponen kromatis terpisah melalui pembiasan kaca prisma. Itu, lho, kalau kamu pantulin sinar matahari dengan kaca prisma, maka akan muncul cahaya warna-warni kayak pelangi. Kadang pake CD juga bisa. Penemuan ini yang bikin fotografer masa kini ngasih efek-efek pelangi ke muka orang.

Saat itu, Herschel kepikiran ‘Jangan-jangan setiap warna ini punya panas yang berbeda-beda?’ Hasil dari kekepoan ini adalah: dia mengarahkan kaca prisma ke cahaya matahari, lalu mengukur suhu tiap warnanya.

penemuan sinar inframerahPenemuan sinar inframerah (Sumber: QATNIP via youtube)

 

Herschel ingin mengetahui seberapa banyak panas yang melewati filter warna yang berbeda. Saat mengukur suhu dengan spektrum cahaya ungu, biru, hijau, kuning, oranye, dan merah, dia mendapati bahwa semakin mendekati warna merah, suhunya semakin meningkat.

Uniknya, ketika Herschel mencoba mengukur suhu di luar bagian merah, tempat di mana tidak ada sinar matahari, suhu tersebut adalah yang paling tinggi.

Ia pun meneliti tentang sinar panas yang “terpisah” dari berbagai cahaya tampak tadi.

Dan, seperti yang kamu tahu, sekarang kita mengenalnya dengan sinar inframerah.

Sinar inframerah memiliki panjang gelombang antara 760 nm sampai 1000 µm dan frekuensi 30 GHz sampai 40.000 GHz. Well, kita semua sama-sama tahu bahwa benda panas akibat getaran atomik dan molekuler dianggap memancarkan gelombang panas dalam bentuk sinar inframerah. Makanya, sinar inframerah sering disebut dengan radiasi panas.

Baca juga: Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel

Iya, semua yang mengandung panas akan memancarkan radiasi sinar inframerah. Bahkan api sekalipun. Kalau yang mengandung umpan, itu bibirmu. Karena di bibirmu mengandung umpan~ Kata Thomas Djorgi sih gitu…

sifat-sifat sinar inframerah

Meskipun ada kata-kata “radiasi”, kamu gak perlu takut. Inframerah itu gak lebih dari sekedar panas kok. Jadi nggak berbahaya. Setiap hari kita terpapar sinar inframerah dari benda-benda “panas” tadi. Bahaya baru bisa muncul kalau panas yang kita terima berasal dari… api cemburu.

Ckckck kedengkian dan iri hati itu lah sumber bahaya yang sesungguhnya!

penggunaan sinar inframerah via QATNIPPerbedaan penglihatan tanpa dan dengan inframerah (Sumber: QATNIP via Youtube)

 

Sejak penemuannya di abad ke 19 sampai sekarang, sinar inframerah udah banyak banget memberikan manfaat buat kita. Selain remote tv, inframerah juga pernah menjadi media untuk melakukan transfer data.

Iya, zaman sekarang kalau kita mau kirim file, foto, atau video kesannya gampang banget kan? Tinggal kirim lewat whatsapp, email, atau berbagai aplikasi lain. Kalau ada yang ngirim file lewat Bluetooth, rasanya udah katrok banget.

Tapi, berbeda dengan zaman dulu.

Ada masanya di mana handphone punya fitur andalan: infrared. Ada semacam lapisan hitam yang menempel di badan handphone yang fungsinya… untuk ngirim wallpaper mobil ferarri. Iya, zaman itu kirim-kirim wallpaper gitu berasa keren abis. Kalau nggak wallpaper mobil, gambar-gambar emo gothic metal gitu. Mentok-mentok kirim lagu Pee Wee Gaskins. Buat yang cewek, paling tuker-tukeran foto Taylor Swift. Nantinya, kedua handphone harus didekatkan dengan jarak beberapa senti, lalu pairing dan, baru, deh, bisa kekirim file-nya.

sinar infrared mengirim file

Saat ini, inframerah juga masih dipakai di smartphone… tapi dengan fungsi yang berbeda. Buat kamu yang punya iPhone X, sistem Face ID yang digunakan itu memakai kamera dan sensor inframerah. Wajah kamu akan “ditandai” dengan 30.000 titik, lalu dideteksi dengan sinar inframerah. Kenapa harus inframerah? Ya soalnya dia menggunakan sistem panas. Jadi, meskipun kamu unlock di tempat gelap, si kamera bakal tetap bisa melihat wajah kamu dengan jelas.

cara kerja face id via tech insiderCara kerja face ID di iPhone X (Sumber: Tech Insider via Youtube)

 

Iya, sinar inframerah ini yang seringkali digunakan pada kamera night vision, alias bisa melihat di malam hari. Kamera-kamera yang ada di bioskop juga menggunakan kamera inframerah kok. Biar bisa tahu apakah penontonnya ngerekam film bajakan atau nggak. Ya soalnya, kan, kalau pake kamera biasa pasti gelap. Selain hal-hal ini, banyak juga manfaat lain dari sinar inframerah:

manfaat sinar inframerah di kehidupan

Ya kan. Meskipun keliatannya udah gak terlalu ngetren, tapi nyatanya banyak banget manfaat sinar inframerah ini. Kalau kamu ingin memelajari materi lain seputar pelajaran fisika, cobain aja tonton di ruangbelajar! Di sana, ada ribuan video materi pelajaran, lengkap dengan latihan soal dan infografik lho!

ruangbelajar

Beri Komentar

Recent Posts