Biologi Kelas 8 | Sistem Ekskresi Manusia: Paru-paru, Hati, dan Kulit

Nurul Hidayah Mar 25, 2020 • 6 min read


sistem ekskresi manusia

Artikel ini akan membahas tentang fungsi dan struktur sistem ekskresi manusia, yaitu paru-paru, hati, dan kulit.

--

Coba bayangkan, bagaimana jika banyak sampah menumpuk di dalam kamarmu? Apa yang akan kamu rasakan? Yap, pasti bau, sumpek, kotor, dan akan menjadi sumber penyakit. Lalu, apa yang harus kamu lakukan agar kamarmu tetap nyaman dan tidak menjadi sumber penyakit? Betul sekali, membuang sampahnya!

ilustrasi sistem ekskresi manusia

(sumber: giphy.com)

Begitupun dengan tubuh manusia, tubuh perlu membuang sampah agar tetap sehat. Pembuangan sampah dari dalam tubuh ditunjukkan pada berbagai proses, seperti pengeluaran keringat, urin, gas CO2 dan H2O, serta pengeluaran urea dan cairan empedu. Proses tersebut berfungsi untuk mengeluarkan zat-zat sisa dalam tubuh agar tidak meracuni organ lainnya, dan menyebabkan kematian. Proses pembuangan zat-zat sisa dalam tubuh dikenal sebagai sistem ekskresi yang melibatkan organ-organ tubuh seperti ginjal, paru-paru, hati, dan kulit.

Nah, sebelumnya pembahasan tentang organ ekskresi pada ginjal udah pernah dibahas ya di artikel sebelumnya. Sekarang, kita bahas sistem ekskresi pada organ yang lainnya, yuk!

1. Paru-paru

Pembahasan tentang paru-paru sudah banyak dibahas pada materi sistem pernapasan, ya. Nah, selain berfungsi sebagai alat pernapasan, paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi, lho.

Dalam sistem ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan karbondioksida (CO2) dan uap air (H2O). Ketika kamu bernapas melalui hidung atau mulut, terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida.

Oksigen yang masuk melalui hidung pergi menuju trakea melewati tenggorokan. Di trakea, udara akan dibagi-bagi ke dalam saluran-saluran udara yang disebut saluran bronkus dan langsung memasuki paru-paru.

Nah, di paru-paru ini, udara akan terbagi lagi ke dalam bronkiolus menuju ke alveolus (kantung udara). Alveolus adalah tempat terjadinya pertukaran antara oksigen dan karbondioksida. Dalam alveolus, oksigen akan diserap oleh pembuluh darah lalu disalurkan ke jantung. Kemudian, organ jantung akan memompa oksigen untuk sel-sel tubuh. Proses penggunaan oksigen oleh sel-sel tubuh itulah yang akan menghasilkan karbon dioksida. Lalu, karbon dioksida tersebut akan diserap oleh darah dan dibawa kembali ke paru-paru untuk dikeluarkan dari tubuh melalui hembusan napas bersama uap air.

sistem ekskresi pada paru-paru

2. Hati

Sebagai organ yang berperan dalam sistem ekskresi, hati berfungsi untuk merombak sel-sel darah merah yang sudah tua/rusak. Di dalam hati, hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak akan diuraikan menjadi globin, zat besi, dan senyawa hemin. Nah, hemoglobin itu sendiri merupakan protein yang mengandung zat besi pada sel darah merah.

Zat besi akan disimpan di dalam hati atau dialirkan menuju sumsum tulang belakang, sedangkan globin digunakan untuk membentuk sel darah merah baru dan metabolisme protein. Sementara itu, senyawa hemin akan diubah menjadi zat warna pada empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin.

proses sistem ekskresi pada hati

Selain itu, hati juga berfungsi untuk menghasilkan empedu secara terus-menerus. Empedu? Kayak gimana tuh? Empedu merupakan cairan berwarna kehijauan dan rasanya pahit. Empedu ini berperan untuk mengeluarkan racun dalam tubuh serta melindungi tubuh dari bakteri. Zat-zat yang tidak baik bagi tubuh akan diserap oleh hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui empedu. Zat ini, dikeluarkan bersama dengan urin atau feses.

sistem ekskresi pada hati

Fungsi hati lainnya dalam sistem ekskresi adalah untuk menguraikan gas amonia yang berbahaya dalam tubuh menjadi zat yang lebih aman, yaitu urea. Amonia tersebut dihasilkan dari proses metabolisme asam amino. Urea dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine. Bye-bye amonia!

Waaah, baik banget ya hati? Banyak banget perannya dalam mengeluarkan zat-zat berbahaya bagi tubuh. Huhuhu.

3. Kulit

Fungsi kulit sebagai organ sistem ekskresi adalah untuk mengeluarkan kotoran, racun, dan senyawa mineral berlebih melalui keringat, agar kita terhindar dari zat-zat yg dapat meracuni tubuh. Keringat biasanya keluar ketika kita melakukan aktivitas, seperti berolahraga atau berjemur di bawah sinar matahari.

starwars fint strom trooper

(sumber: giphy.com)

Kulit terdiri atas dua lapisan utama, yaitu lapisan epidermis dan lapisan dermis.

  • Lapisan Epidermis (Kulit Ari)

Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun dari sel-sel epitel yang mengalami keratinisasi (pendewasaan). Lapisan ini memiliki beberapa lapisan kulit, antara lain stratum korneum yang merupakan lapisan kulit mati dan selalu mengelupas, serta lapisan stratum granulosum yang mengandung pigmen melanin. Di bawah stratum granulosum terdapat lapisan stratum germinativum yang terus membentuk sel-sel baru ke arah luar menggantikan sel kulit yang terkelupas. Oh ya, lapisan epidermis tidak memiliki pembuluh darah maupun serabut saraf.

struktur kulit manusia

  • Lapisan Dermis (Kulit Jangat)

Lapisan dermis terdapat di bawah lapisan epidermis. Pada lapisan ini terdapat otot penggerak rambut, pembuluh darah, saraf, kelenjar minyak (glandula sebasea), dan kelenjar keringat (glandula sudorifera). Kelenjar keringat memiliki pangkal yang menggulung dan berhubungan dengan kapiler darah dan serabut saraf.

Serabut saraf ini akan meningkatkan kerja kelenjar keringat, sehingga merangsang produksi keringat. Lalu kelenjar keringat akan menyerap air, ion-ion, NaCl, dan urea dari dalam darah, kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit.

Serabut saraf dapat meningkatkan kerja kelenjar keringat karena mendapatkan rangsangan dari hipotalamus, yaitu bagian dari otak yang berfungsi sebagai pengendali suhu tubuh. Dan saraf yang menerima rangsangan ini adalah saraf simpatik.

Secara garis besar, kelenjar keringat pada kulit dibagi menjadi dua, yaitu kelenjar ekrin dan apokrin. Kelenjar ekrin mengeluarkan garam, asam, urea, dan amonia yang merupakan kotoran hasil metabolisme nitrogen dalam tubuh. Sementara itu, kelenjar apokrin mengeluarkan keringat yang mengandung protein berlemak.

Nah, ketika kamu sedang beraktivitas di cuaca panas atau berolahraga, tubuh kamu pasti mengeluarkan keringat, kan?  Hal itu bertujuan agar suhu tubuh tetap dingin karena akibat adanya pembakaran. Jadi, tubuh akan mengeluarkan keringat untuk menyeimbangkan suhu dalam tubuh dengan lingkungan.

Oh ya, kalo kamu lihat pada gambar di atas, terdapat lapisan hipodermis yang berada di bawah lapisan dermis. Lapisan itu bukan merupakan bagian dari kulit, namun merupakan kumpulan jaringan ikat yang berfungsi menyatukan kulit pada otot. Lapisan ini berfungsi menjaga suhu tubuh karena tersusun atas jaringan lemak.

proses sistem ekskresi pada kulit

Yup! Selesai deh penjelasan organ-organ sistem ekskresi pada manusia yaitu, paru-paru, hati, dan kulit. Kalau kamu masih penasaran tentang materi ini, dan ingin mempelajari lebih dalam, segera bergabung di ruangbelajarPlus, ya. Kamu juga akan bergabung dengan grup belajar interaktif menggunakan live streaming, dan ada kakak Tutor yang standby lho.

New Call-to-action

Beri Komentar