Sistem Tata Surya | IPA Terpadu Kelas 6

seperti apa sistem tata surya

Roro dan Guntur dapat kesempatan dari sekolah untuk jalan-jalan sambil belajar tentang sistem tata surya. Di artikel ini, mereka akan kasih tau kamu keseruan yang mereka dapatkan disana, untuk itu baca sampai habis ya!

--

Sepulang sekolah sambil membawa amplop pemberitahuan, Roro lari menemui ibunya di rumah.

“Ma, besok Roro, Guntur dan teman-teman lainnya mau jalan-jalan dari sekolah loh!”

“Ohya? mau jalan-jalan kemana?” tanya ibu.Sambil memberi amplop pemberitahuan dari sekolahnya, Roro bercerita dengan sangat antusias.

“Iya ma, kata bu Guru sih kita akan ke Planetarium. Belajar tentang sistem tata surya tapi sambil jalan-jalan gitu ma. Wah, Roro nggak sabar deh mau cepet-cepet besok aja hehehe.”

“Nah, makanya sekarang juga Roro makan siang terus istirahat ya.”

“Oke deh ma” jawab Roro.

Keesokan harinya….

Bus sekolah yang mengantar Roro, Guntur dan teman-teman sekolahnya sudah sampai di Planetarium. Sebelum masuk ke ruang pertunjukkan, Roro, Guntur, dan teman-teman harus antri dulu. Setelah itu baru deh, mereka masuk dan duduk sesuai bangku yang sudah diatur oleh ibu guru.

“Asik, tempat duduknya nyaman banget. Kita bisa senderan sampai setengah tiduran hehehe,” kata Roro.

“Wihh iya, betul banget kamu Ro,” sahut Guntur.

“Nak, bangkunya dibuat seperti itu supaya kita bisa melihat benda-benda langit yang nanti akan ditunjukkan layar dari atas kepala kita,” kata ibu guru.

Tidak lama kemudian, kakak perempuan berambut poni masuk. Dia yang akan menjelaskan selama pertunjukan. Katanya, sebentar lagi akan dimulai. Seluruh lampu ruangan dimatikan. Roro dan Guntur antusias. sumber seputar sistem tata surya.

Semua yang ada di ruangan menengadah ke atas, jadi sambil diberikan informasi menarik, kita bisa melihat benda-benda langit.

Nah, inti dari informasinya seperti ini. Simak penjelasannya baik-baik ya!

Biasanya waktu malam hari, kita sering liat banyak bintang dan bulan, terus kalo siang pasti ada matahari kan? Walaupun sebenarnya matahari termasuk bintang yah!

“Nah matahari, bulan, dan bintang itu termasuk benda langit yang bisa kita lihat.” jelas si kakak berponi.

Baca juga: Petualangan Roro Guntur | Rotasi dan Revolusi Bumi!

“Jadi benda langit hanya matahari, bulan dan bintang aja?” tanya Guntur.

“Enggak dong, kan masih ada planet, komet, dan lain-lain. Nanti akan kita lihat satu per satu kok Tur,” jawab Roro.

“Siapa yang tau planet yang kita huni ini namanya apa?” tanya kakak berponi.

“ Aku tau, namanya planet Bumi kan?” jawab Roro.

“Iya betul sekali. Nah, supaya Bumi nggak tabrakan dengan benda langit yang cukup banyak, mereka tersusun di suatu pola dengan matahari sebagai pusatnya. Jadi, susunan benda-benda langit akan mengelilingi matahari yang kita sebut tata surya.”

sistem tata surya

Sambil bisik-bisik Guntur bertanya ke Roro, “Eh, Ro, susunan benda langit emang ada apa aja, sih? Aku lupa. Hehehe."

Susunan benda langit itu ada matahari, 8 planet yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus dan benda-benda langit lainnya” jawab Roro.

Susunan tata surya

“Di tata surya kita ada juga asteroid, komet, satelit, dan meteorid. Jumlahnya ada banyak sekali, untuk meteorid lebih dari 60 ribu yang ada di bumi. Bahkan untuk asteroid jumlahnya mencapai lebih dari 150 juta di tata surya.”

“Oh, jadi benda langit lainnya yang kamu maksud tadi itu asteroid, komet, meteorid sama satelit ya Ro?” tanya Guntur.

“Betul, Tur liat deh!” Roro menunjuk ke tengah antara planet Jupiter dan Mars.

“Ada benda langit kecil tuh di sana, keliatan nggak?”

“Oh iya keliatan! yang bentuknya mirip planet juga tapi ukurannya lebih kecil kan?” ucap Guntur.

“Nah iya, itu namanya asteroid bisa juga sih kita panggil dengan nama planetoid karena bentuknya yang mirip planet. Sampai sekarang udah ada 5.500 asteroid loh” jelas Roro.

“Wih banyak banget ya Ro, trus kalo meteor, komet sama satelit yang mana Ro?”

“Hmm, kayanya sebentar lagi akan masuk pembahasan itu deh.”

Bagian langit di planetarium berubah. Yang semula bergambar planet-planet berputar, kini ada satu batuan yang meluncur. Batuan ini, tampak memiliki ekor yang panjang.

Kakak berponi tadi mengarahkan laser ke batuan berekor tersebut sambil menjelaskan “Benda langit kecil yang punya ekor, namanya komet. Jadi, waktu komet lagi deketin matahari, angin matahari mendorong komet dan terbentuklah ekor ini. Nah, sekarang siapa yang pernah liat bintang jatuh?”

“Kita pernah liat bintang jatuh kan Ro?”

“Hah? di mana? kayanya gak pernah deh.”

“Di kartun yang kita tonton Ro hehehe.”

“Hmmm…”

benda langit di tata surya

Si Kakak kembali menjelaskan “Kalau kita liat disini ada bintang jatuh ya. Bintang jatuh disebut juga meteor. Meteor ini masuk ke atmosfer bumi kita, tapi langsung habis dibakar di atmosfer. Ada juga sih yang sampai ke permukaan bumi namanya meteorit. Oke, sekarang kita lanjut liat benda langit yang terakhir.”

“Duhh nggak sabar mau liat satelit,” kata Roro sambil membenarkan posisi duduknya.

“Ini dia benda langit yang terakhir. Namanya Satelit, bisa dibilang satelit itu pengiring planet. Satelit ada 2 macam, satelit alam dan satelit buatan. Bulan salah satu satelit alam, kalo satelit buatan yang diproduksi Indonesia namanya Satelit Palapa.”

“Ro, berarti kalo satelit alam itu emang udah ada secara alami di tata surya dan dimiliki semua planet kecuali merkurius sama venus. Trus kalo satelit buatan itu sengaja dibuat manusia untuk tugas tertentu, gitu kan Ro?” tanya Guntur.

Sambil mengangguk, Roro mengangkat dua ibu jari tangannya.

Tidak terasa sudah 1 jam melihat benda-benda langit. Tiba-tiba planet dan benda langit lainnya sudah tidak ada dilayar, namun berubah menjadi terbitnya matahari. Diikuti dengan ruangan yang terang kembali, menandakan kalau pertunjukannya sudah selesai.

Wahhh gimana nih seru banget kan perjalanan Roro Guntur kali ini? Supaya nggak kalah dengan Roro dan Guntur yang udah paham banget tentang tata surya, kamu bisa banget cari tau lebih banyak lagi di ruangbelajar ada video pembelajaran keren, lengkap dengan master teacher yang asik dan seru, yuk tunggu apalagi! 

ruangbelajar

 

Referensi:

Ari dan Sri. 2010. Buku Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD/MI kelas VI. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang. Kemendikbud.

Beri Komentar