Bahasa Indonesia Kelas 8 | Mempelajari Struktur, Teknik Menulis, dan Contoh Fabel

Mempelajari struktur, teknik menulis, dan contoh fabel

Artikel ini menjelaskan tentang struktur, teknik menulis dan contoh fabel.

--

Kamu pernah pergi ke kebun binatang? Menyaksikan tingkah para binatang yang lucu-lucu dan aneh-aneh itu seru, bukan? Kira-kira apa kamu pernah terpikir untuk mengangkat kehidupan mereka ke dalam sebuah cerita fiksi. Itu namanya cerita fabel, lho. Sekarang, kita bahas lebih lengkap lagi yuk tentang pengertian dan contoh fabel.

Cerita fabel adalah cerita tentang kehidupan binatang yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel termasuk jenis cerita fiksi, bukan tentang kehidupan nyata. Cerita fabel sering disebut cerita moral karena pesan yang ada dalam cerita fabel berkaitan erat dengan moral. Dalam menulis cerita fabel, RG Squad harus memperhatikan struktur-strukturnya. Beberapa struktur dalam menulis cerita fabel di antaranya:

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian permulaan pada sebuah cerita fabel yang berisikan dengan pengenalan cerita fabel tersebut yang diantaranya seperti pengenalan tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu, pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.

2. Komplikasi

Komplikasi adalah klimaks pada sebuah cerita yang berisikan mengenai puncak masalah yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

3. Resolusi

Resolusi adalah bagian dari teks yang berisikan dengan pemecahan permasalahan yang dialami dan dirasakan oleh tokoh.

4. Koda

Koda adalah bagian terakhir dari teks cerita yang berisikan pesan-pesan dan atau amanat yang terdapat didalam cerita fabel itu sendiri.

Jika sudah memahami strukturnya, kamu bisa langsung membuatnya. Di bawah ini ada contoh penulisan cerita fabel.

Musang dan Marmut

Orientasi

Pada suatu hari Moro kelaparan setelah ia pergi bermain di hutan. Tetapi, Moro malas mencari makan. Ketika itu Moro melihat ada makanan tergeletak di meja. Sebenarnya Moro tahu kalau itu makanan adiknya, Rita. Karena sudah sangat kelaparan, akhirnya Moro mencuri makanan Rita. Saat setelah selesai makan, Moro mencari alasan agar Rita tidak tahu kalu ia yang mencuri makanannya. Benar saja, Rita bertanya kepada Moro di mana makanan yang ia taruh diatas meja, Moro dengan agak gugup menjawab kalau makananya telah dicuri marmut.

 Komplikasi

"Masa sih, tidak mungkin marmut yang makan!" kata Rita.

"Betul kok! Kamu harus percaya dengan kakakmu ini!" jawab Moro berbohong.

Awalnya Rita tidak percaya dengan omongan kakaknya itu. Tetapi setelah Moro mengatakannya berkali-kali akhirnya Rita percaya juga. Kemudian Rita memanggil marmut ke rumahnya.

"Marmut, apakah kamu mencuri makananku?" tanya Rita pada marmut.

"Ha? Mencuri? Berpikir saja aku belum pernah!" jawab marmut.

"Ah, si marmut! Kamu ini membela diri saja! Sudah, Rita! Dia pasti berbohong". kata Moro.

"Ya, sudahlah! Marmut, sebagai gantinya ambilkan makanan di seberang sungai sana. Tadi aku juga mengambil makanan dari sana!" kata Rita mengakhiri percakapan.

Marmut berjalan ke tepi sungai. Ia menaiki perahu kecil untuk menuju seberang sungai. Sebenarnya marmut tahu kalau Moro yang mencuri makanan. Sementara itu, di bagian sungai yang lain, Moro cepat-cepat menyeberangi sungai. Ia hendak memasang perangkap marmut agar marmut terperangkap.

Resolusi

Ketika marmut hampir mendekati seberang sungai, marmut melihat perangkap. Marmut yakin kalau perangkap itu dipasang oleh Moro. Tiba-tiba marmut mendapat ide. Marmut berpura-pura tenggelam dalam sungai.

"Aaa...Moro, tolong aku...!" teriak marmut.

Koda

Mendengar itu Moro segera menolong marmut. Marmut meminta Moro mengantarkannya ke seberang sungai. Moro tidak bisa berbuat apa-apa. Ia mengantarkan marmut ke seberang sungai. Sesampai di seberang sungai, marmut meminta Moro untuk menemani mengambil makanan. Karena Moro tidak hati-hati, kakinya terperangkap dalam perangkap marmut. Moro menyesali perbuatan buruknya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Menulis teks fabel

Bagaimana? Tidak sulit kan mempelajari contoh fabel di atas? Untuk membuat versi kamu sendiri, cukup ceritakannya seperti pengalaman sehari-hari. Bisa tentang teman yang di-bully, teman yang sombong, atau teman yang tidak percaya diri. Dengan menggunakan fabel, kisah yang dibuat menjadi lebih mudah dipahami dan lebih menarik.

Mau belajar menulis fabel dengan bimbingan kakak tutor yang berpengalaman? Yuk gabung di ruangguru digitalbootcamp (rgdb) sekarang juga!

 New Call-to-action

Beri Komentar