Karakteristik dan Struktur Virus | Biologi Kelas 10

Kresnoadi Jan 2, 2018 • 4 min read


Struktur Virus

Hai Squad, perkenalkan.

Aku virus.

Mungkin banyak dari kamu yang takut padaku. Kenapa? Oh, posisiku di dunia ini memang aneh. Mengingat ini, aku jadi sedih sendiri. Apalagi karena sampai sekarang ada beberapa peneliti yang masih bingung menentukan kategoriku. Apakah aku termasuk makhluk hidup, atau benda mati. Sebagian peneliti lain menganggapku peralihan antara makhluk hidup dan mati. Duh, ternyata begini rasanya digantung…

Kamu tahu, menjadi diriku itu sungguh tidak enak. Banyak makhuk hidup yang menghindariku. Mereka takut padaku. Kebanyakan manusia langsung sakit kepala saat dokter menyebut namaku berada di tubuh teman atau keluarganya.

 

Virus

 

Virus

Sumber: www.pixabay.com & https://www.oils4life.co.uk/

 

Padahal, aku hanya butuh teman.

Oh, bagaimana kalau kita berkenalan saja?

Berbeda dengan kamu, struktur tubuhku tergolong sangat sederhana, lho.

Kok bisa?

Ya, Karena aku tidak terbuat dari sel, melainkan membutuhkan sel inang sebagai rumah untuk bertahan hidup. Di dalam sel inang ini, aku dapat hidup dan aktif.

Sebaliknya, jika aku tidak mempunyai sel inang maka aku hanya akan diam. Seperti mati dan tidak aktif.

Makanya, aku suka masuk ke dalam tubuh sesorang. Hehehe.

Baiklah. Sekarang, aku akan memperkenalkan karakteristik tubuhku kepada Squad. Kalau kamu pernah membaca atau menonton lewat ruangbelajar, kamu akan tahu bahwa diameter tubuhku sekitar 20-300 nanometer (nm) dan panjangku 20-14 ribu nanometer.

1 nanometer = 0,000001 mm

Kecil banget, kan?

Diameterku bahkan bisa lebih tipis dari rambut kamu, lho. Makanya, untuk melihatku, kamu butuh alat scanning atau mikroskop elektron transmisi.

Sekarang, kita lihat struktur tubuhku secara terperinci ya!

Baca juga: Daur Lisogenik: Bagaimana virus HIV dapat Berkembang Biak

Sebenarnya, bentuk tubuhku sangat bervariasi. Ada yang seperti bola (isometric), oval, batang, jarum, tangkai memanjang/filamen, berbentuk menyerupai huruf T, bahkan ada yang bentuknya seperti berudu katak. Sama seperti kamu manusia yang punya fisik berbeda-beda. Tetapi, untuk memudahkan indentifikasinya, para manusia membagi kami menjadi beberapa. Seperti berikut:

 

Bentuk Virus

Bentuk-bentuk virus

Sumber: www.lintasjari.com

Di cuaca dingin seperti ini, biasanya banyak manusia yang terkena flu. Itu karena ada virus berbentuk bola (nomor 3 dari kiri pada gambar) yang masuk ke tubuh kamu dan menyerang sistem kekebalan tubuh.

Nah, supaya kamu bisa lebih jelas mengenalku, aku akan jelasin struktur virus yang paling kanan ya. Itu adalah virus bakteriofag. Atau sederhananya, virus yang menyerang para bakteri. Kira-kira seperti ini struktur tubuhnya:

 

Struktur tubuh virus

 

Struktur tubuh virus

Sumber: http://pustaka.pandani.web.id

Secara sederhana, bagian tubuh virus terdiri dari kepala, leher dan ekor. Masing-masing bagian ini mempunyai fungsinya sendiri. Hayo, kira-kira apa saja ya? Apakah sama seperti kamu?

Kepala Virus

Pada bagian kepalaku terdiri dari asam nukleat (DNA dan RNA) dan diselubungi oleh kapsid. Nah, apa, sih, kapsid itu? Kapsid adalah selubung yang berupa protein dan terdiri dari satu unit protein yang disebut dengan kapsomer. Kapsid ini juga berfungsi sebagai pemberi bentuk bagi virus, melindungi asam nukleat yang ada di dalam diriku dari kerusakan, serta menyediakan protein enzim agar aku mampu menembus membran sel inang saat melakukan infeksi.

Leher Virus

Leher merupakan tempat yang menyambungkan antara bagian kepala dan bagian ekor. Eits, jangan salah. Eits, tidak semua virus punya leher, lho. Hanya virus kompleks sepertiku saja yang punya. Fungsinya? Tentu untuk menyangga kepalaku. Mungkin mirip dengan leher kamu ya, Squad.

Ekor Virus

Ekorku mungkin salah satu bagian terpenting. Karena, ekor inilah yang akan menancap ke pada tubuh inang yang nantinya aku gunakan sebagai rumahku. Ekorku berbentuk seperti tabung yang dilengkap serabut-serabut. Jadi, kamu harus berhati-hati dengan ekorku, ya.

 

Rangkuman struktur virus

 

Hmm mungkin perkenalanku sampai di sini dulu ya. Di kesempatan yang lain, mungkin aku akan bercerita mengenai jenis-jenis diriku, bagaimana cara aku bereproduksi, serta manfaat dan kerugianku di dunia ini. Doakan aku menekuman sel inang supaya bisa terus hidup ya!

ruangbelajar

Beri Komentar