Sosiologi Kelas 12 | Teori Perubahan Sosial dan Faktor Penyebabnya

Seno Aji Apr 23, 2018 • 5 min read


sosiologi_12, Sosiologi kelas 12, kelas 12, sosiologi

Squad, terkadang kita perlu lho meneliti perubahan sosial yang terjadi di masyarakat. Hal ini bertujuan untuk melihat ke mana arah perkembangan perubahan sosial tersebut. Dengan mengetahui ke mana arah suatu perubahan sosial, kita bisa melakukan antisipasi terhadap apa yang akan terjadi di masa depan.

Nah untuk mengetahui bagaimana perubahan sosial terjadi baik pada hubungan individu, kelompok, atau masyarakat, yuk kita pelajari teori-teori yang membahas tentang perubahan sosial!

Teori Evolusi

Teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial memiliki arah tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Masyarakat berubah dan berkembang dari tahap peradaban sederhana menuju tahap peradaban yang lebih kompleks. Menurut Alex Inkeles dibedakan menjadi beberapa, yaitu:

Evolusi Alex Inkeles, evolusi sosiologi, alex inkeles, teori perubahan sosial, perubahan sosial

Inkeles membuat kategori-kategori tersebut untuk memudahkan kita dalam mengidentifikasi kejadian-kejadian yang berhubungan dengan perubahan sosial.

Teori Perkembangan Linier

Teori ini percaya bahwa perubahan sosial dapat diarahkan ke titik tujuan tertentu, seperti perubahan dari masyarakat tradisional ke masyarakat yang modern. Contohnya, perkembangan bangsa Indonesia dari zaman penjajahan, mempertahankan kemerdekaan, sampai dengan saat ini.

Teori linier, linier, progress, perkembangan, teori sosiologi

Jika diibaratkan, maka teori linier ini beranggapan bahwa perubahan sosial yang terjadi memberikan kemajuan bagi masyarakat (grafis naik).

Teori Perubahan Melingkar (Siklus)

Teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial pada masyarakat merupakan sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan. Misalnya perubahan mode pakaian atau gaya hidup.

Teori siklus, teori, teori sosiologi, teori muter, teori berulang

Seperti gaya hidup, teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial bisa saja terulang kembali. Misalnya pada waktu tahun 1970an, scooter digandrungi oleh anak muda. Sekarang pada 2018 kegandrungan anak muda terhadap scooter mulai bangkit kembali.

Teori-teori di atas, menjelaskan bagaimana perubahan sosial merubah masyarakat dari suatu tingkatan ke tingkatan lainnya. Hal ini penting karena pada dasarnya manusia selalu melakukan inovasi dan kreasi baik dalam bidang cipta, rasa, atau karsa untuk mendukung kelangsungan hidupnya, dan diharapkan bisa berguna untuk masyarakat luas

Contohnya, pada awal kemunculannya, mobil digerakkan oleh tenaga bensin dengan mesin 1 silinder dan tidak dapat ngebut, tetapi karena inovasi dan kreasi, sekarang mobil bergerak dengan tenaga bensin yang lebih efisien, dengan mesin yang terkadang lebih dari 4 silinder dan bisa ngebut sampai 400km/jam.

Setelah kita mengetahui bagaimana perubahan sosial merubah masyarakat, sekarang mari kita pelajari teori apa saja yang menjelaskan faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan sosial.

Teori Konflik

Salah satu teori yang berpengaruh adalah teori konflik yang digagas oleh Karl Marx. Marx berpendapat bahwa perubahan sosial tercipta akibat adanya pertentangan antar kelas atau konflik. Dalam contoh yang diberikan dalam bukunya “Das Capital”, Marx melihat konflik antara 2 kelas sosial, yaitu kaum borjuis dan kaum proletar. Dimana kaum borjuis adalah orang yang kaya dan punya uang sedangkan kaum proletar adalah para buruh, baik buruh pabrik, buruh, bangunan, buruh kantoran, juga buruh lainnya.

Perbedaan kelas, perbedaan sosial, sosiologi, karl marx, teori konflik, konflik, sosiologi kelas 12Busana yang menunjukkan perbedaan kelas sosial remaja di Inggris, 1930an (sumber: rarehistoricalphotos.com)

Karena terjadi ketimpangan dan perbedaan kepentingan dimana kaum borjuis berorientasi kepada keuntungan yang sebesar-besarnya, maka mereka menekan upah buruh yang bekerja kepada mereka. Hal ini menyebabkan para buruh yang berharap akan penghasilan lebih baik untuk menaikkan taraf hidupnya tidak tercapai. Maka dari itu terjadilah sebuah konflik yang menghasilkan aturan-aturan untuk buruh sehingga tidak di eksploitasi oleh kaum borjuis.

Baca Juga dong ah: Revolusi Perancis

 Teori Gerakan Sosial

Gerakan sosial merupakan sumber dari perubahan sosial. Ketidakpuasan terhadap kondisi tertentu yang ada di masyarakat terkadang dapat menimbulkan sebuah gerakan sosial. Hal ini terjadi pada saat sejumlah besar orang mengorganisasikan diri untuk memperjuangkan sebuah perubahan.

Perubahan sosial menurut Piötr Sztömp (jangan tanya gimana bacanya, saya juga gak tau bacanya gimana) memiliki karakteristik sebagai berikut

Karakteristik Perubahan Sosial, perubahan sosial, gerakan sosial, teori sosiologi, sosiologi kelas 12Contoh di Indonesia sendiri adalah pada saat Prita Mulyasari kalah dalam tuntutan yang di ajukan oleh R.S Omni Internasional. Prita yang kalah saat itu diwajibkan membayar denda sejumlah Rp.204 juta oleh pihak pengadilan. Masyarakat yang tergerak hatinya akhirnya memunculkan sebuah gerakan sosial berupa “Koin Keadilan” dimana masyarakat menyumbang uang koin untuk membayar denda yang dikenakan kepada Prita.

koin prita, hitung prita, hitung koin, koin logam, koin, recehanKoin Untuk Prita (Sumber: Tempo.co)

Squad, sudah mengerti kan gimana perubahan sosial itu terjadi dan faktor penyebabnya apa? Sebenarnya perubahan sosial terus terjadi setiap hari dalam skala kecil atau besar, tetapi terkadang kita tidak menyadari, bahwa hal yang sedang terjadi itu merupakan cara untuk membuat perubahan sosial atau dampak dari perubahan sosial.

Nah kamu bisa belajar lebih banyak lagi tentang perubahan sosial dari guru-guru yang berkualitas, keren, dan kredibel pastinya di ruangles, yuk download aplikasinya!

ruangles

Beri Komentar