Biologi Kelas 12 | Tipe-tipe Perkecambahan pada Tumbuhan (Hipogeal dan Epigeal)

Kresnoadi Apr 22, 2020 • 3 min read


Tipe-tipe perkecambahan

Artikel ini membahas macam-macam perkecambahan yang ada. Serta membandingkan perbedaan perkecambahan hipogeal dan epigeal

--

Sebagaimana yang kita tahu, pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan berasal dari biji. Tapi, kamu tahu nggak bagaimana proses si biji ini bisa tumbuh? Apakah semua biji bakalan tumbuh gitu aja? Apakah pertumbuhan biji ini akan sama untuk semua jenis tumbuhan? Jawabannya akan kita coba pecahin di artikel ini ya.

Kalau di dapur kamu ada kacang hijau, coba perhatiin deh. Oke, pertama-tama pahamin dulu kalau kacang hijau itu biji. Pernah nggak kamu liat kacang hijau di dapur kamu itu tumbuh batang dan daunnya?

Kenyataannya, semua kacang hijau yang ada di dapur kamu akan selamanya menjadi kacang hijau. Dia nggak bakalan tumbuh karena biji tersebut masih dorman (bahasa gaul dari tidak aktif atau tidur). Supaya bisa “menghidupkan” si biji, kita harus membangunkannya dong.

pengertian imbibisi

Cara paling gampang membangunkan sibiji adalah dengan imbibisi. Atau bahasa gampangnya: kasih air. Dengan memasukkan air ke dalam biji, maka hormon giberelin akan aktif. Hormon ini pun akan mengaktifkan enzim hidrolisis (amilase, protease, lipase).

Bayangin, deh, enzim-enzim ini aktif dan mulai bekerja. Apa yang dia kerjain? Memecah cadangan makanan yang ada di dalam biji. Hasilnya, si biji akan punya energi.

Proses “hidup”-nya si biji ini dinamakan dengan perkecambahan.

Baca juga: Pertumbuhan Primer dan Sekunder pada Tumbuhan

Jadi, kalau kacang hijau di dapur kamu ada yang tahu-tahu tumbuh, bukan berarti dia spesial atau aneh. Tapi karena si biji kacang hijau kamu terkena air.

Nah, kalau sudah aktif begini, sekarang dia siap deh ngeluarin batang dan daun dan tumbuh dan berkembang menjadi tumbuhan.

Sebelum masuk ke macam-macam perkecambahan, kita coba cari tahu dulu ya kosakata yang dipakai dalam perkecambahan. Mulai dari sini, kamu akan mendapat pelajaran bahasa sedikit. Pertama, “hipo” yang berarti “bawah” dan “epi” yang berarti “atas.” Kalau mau gampang, kamu bisa coba mengingat “epi” sebagai plesetan dari “api”. Nyala api selalu ke mana? Yak, betul. Atas.

Macam macam perkecambahan

Kotiledon adalah cadangan makanan. Yaitu yang awalnya bentuk biji dari si kacang hijau tadi. Selain kotiledon ada akar yang berfungsi menyerap air dan unsur hara dan membuat tumbuhan berdiri kokoh.

Yang menarik adalah pada batang. Dalam perkecambahan, batang diberi nama sesuai dengan letaknya terhadap kotiledon. Kalau posisi batang tersebut berada di bawah kotiledon, maka ia disebut hipokotil. Sementara bagian batang yang terletak di atas kotiledon dinamakan epikotil.

Ingat, kan, konsep hipo dan epi tadi? Gampang.

perkecambahan hipogeal dan epigeal

Konsep penamaan ini juga yang menjadi pemisah pada tipe perkecambahan. Saat berkecambah, ada dua tipe tumbuhan. Tumbuhan pertama adalah yang kotiledonnya berakhir terkubur di dalam tanah. Disebut apa? Kata kuncinya bawah ya?

Oke, betul. Hipogeal.

Tumbuhan lain adalah yang berkecambah dan kotiledonnya berakhir dengan menggantung di atas tanah. Dia disebut perkecambahan epigeal. Jadi, perbedaan perkecambahan hipogeal dan epigeal kita liat berdasarkan letak kotiledonnya ya!

Pertanyaannya, kenapa, sih, kok kotiledon ini bisa beda-beda tempatnya? Apa ada kotiledon yang traveler sehingga pengin liat dunia dan mau keluar dari tanah? Begitu keluar dari tanah, kotiledonnya teriak, “MY TRIIIIPPPP?!”

Tentu, jawabannya bukan. Sebetulnya, posisi kotiledon diam aja. Kotiledonnya tetap di situ-situ aja. Faktor yang memengaruhi perbedaan letak kotiledon ada pada “batang yang tumbuh” selama proses perkecambahan.

Coba, deh, kamu liat lagi pada gambar proses perkecambahan di atas. Kalau selama proses perkecambahan yang memanjang adalah batang di bagian bawah kotiledon (hipokotil), kotiledon seolah-olah terdorong ke atas dan akhirnya keluar dari tanah. Jadi, deh, termasuk ke dalam perkecambahan epigeal. Contohnya, tumbuhan kacang hijau dan kacang merah.

Sebaliknya, kalau batang pada bagian atas kotiledon yang memanjang (epikotil), maka si kotiledon bakalan tetap terpendam di tanah. Hasilnya, ya, jadi perkecambahan hipogeal. Tipe perkecambahan ini terjadi di jagung atau kelapa.

Nah, itu tadi adalah pembahasan terkait macam-macam perkecambahan yang ada dalam pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan. Kalau kamu pengin tahu materi ini dalam bentuk video animasi. Tonton aja lewat ruangbelajar! Di sana kamu akan bertemu master teacher yang berpengalaman, lho!

ruangbelajar

Beri Komentar