6 Tips Membangun Personal Branding yang Kuat dari Nayadini

Ruangguru Jun 10, 2020 • 6 min read


personal branding

Artikel ini adalah laporan acara NGUPAS (Ngumpul Asyik) Vol. 1 dari tim ruangpengajar pada tanggal 29 Mei 2020 melalui live streaming di YouTube dengan pembicara Nayadini, Content Marketing Associate Ruangguru.

--

Anda pasti sering mendengar kata personal branding, bukan? Menurut Nayadini, Content Marketing Associate di Ruangguru, personal branding atau citra diri merupakan gabungan dari apa yang Anda perlihatkan ke publik dan apa yang orang-orang lihat tentang Anda. Citra diri menjelaskan tentang siapa diri Anda yang sebenarnya, apa yang telah Anda lakukan sebelumnya, dan apa visi misi Anda ke depan. Gabungan ketiganya membuat seseorang memiliki keunikan tersendiri di mata orang lain. 

Baca juga: Ayo, Ciptakan Suasana Belajar Meriah dengan Metode Quantum Teaching!

Bagaimana caranya ya untuk membangun citra diri yang baik? Penasaran? Simak tipsnya sebagai berikut.

1. Tentukan tujuan citra diri

Apa tujuan Anda ingin dikenal orang lain? Tentukan tujuan citra diri Anda. Tujuan harus bersifat jangka panjang, ambisius, dan spesifik, seperti:

  1. Mendatangkan kesempatan baru melalui citra yang sudah dibangun (endorsement, followers, job opportunity, dll.),
  2. Dianggap kredibel dalam suatu bidang tertentu,
  3. Sebagai bentuk aktualisasi diri,
  4. Menginspirasi orang lain, dan
  5. Eskalasi karir, sosial, maupun tujuan lainnya.

Menurut Nayadini, Anda harus nyaman dalam melakukan pencitraan diri untuk mencapai tujuan dan tidak terlalu memaksakan diri karena jika tidak, pada akhirnya Anda bisa kehilangan identitas diri Anda.

personal branding(Sumber: talkactive.id)

2. Memiliki ciri khas dan bernilai

Citra diri yang kuat menjelaskan sesuatu yang sangat spesifik dan merupakan cerminan dari ide-ide atau nilai-nilai dalam diri Anda yang membedakan dari orang lain. Kekhasan ini dapat dipresentasikan dalam bentuk kualitas pribadi, tampilan fisik, atau keahlian. Sebuah citra diri yang hebat harus didasarkan pada sosok kepribadian yang apa adanya, dan hadir dengan segala ketidaksempurnaannya. Citra diri yang baik dan efektif perlu ditampilkan dengan cara yang berbeda sesuai ciri khas dari masing-masing individu.

Lalu, bagaimana caranya menentukan nilai dalam diri? “Kita perlu menentukan seperti apa kita ingin dilihat, mencari tahu skill dan passion, serta perlu mengingat pujian apa yang digunakan orang lain kepada kita,” jelas Nayadini. Hal-hal tersebut dapat menjadi alat yang membantu Anda menemukan nilai unik dari dalam diri Anda.

3. Buat konten yang autentik dan menarik

Komunikasikan dan pasarkan semua nilai dari citra diri Anda melalui konten-konten yang berkualitas. Tulisan, video, presentasi, foto, dan berbagai macam konten akan berhasil memasarkan citra diri Anda hanya ketika konten tersebut autentik dan bernilai bagi orang lain. “Buatlah konten dari apa yang kita senangi. Jangan menjadi orang lain, jadilah Anda yang autentik karena audiens bukan mengharapkan Anda menjaga image atau citra diri secara sempurna di dunia digital,” ungkap Nayadini. Orang lain mencari koneksi emosional dengan Anda melalui konten yang mengandung nilai-nilai citra diri Anda.

“Bagi kalian yang nggak terlalu jago mengedit konten, tidak perlu sempurna dalam membuat konten, yang terpenting adalah memulainya. Siapa tahu kita beda dari yang lain,” tambahnya.

4. Konsistensi

Konsistensi adalah kata kunci dalam membangun citra diri. Dengan mempraktikkan konsistensi, maka Anda telah membuktikan kalau Anda pantang menyerah dan dapat dipastikan Anda akan memetik buahnya. Menjalankan citra diri secara terus menerus (konsisten) hingga orang lain dapat mengidentifikasi citra diri tersebut dengan mudah dan jelas, akan membentuk brand equity (keunggulan merek) pada diri Anda. Setiap citra diri membutuhkan waktu untuk tumbuh. Penting untuk selalu memperhatikan setiap tahapannya dan tetap percaya diri selama proses tersebut berjalan.

personal branding(Sumber: dok. Ruangguru)

5. Fokus pada target

Tentukan dan fokuslah pada niche atau target Anda. Berusahalah untuk hanya menarik mereka yang memiliki hobi atau ketertarikan yang sama di setiap konten yang Anda tawarkan. Bangunlah sebuah komunitas di media sosial melalui platform yang sesuai dengan citra diri yang ingin Anda bangun. LinkedIn, misalnya, bagus untuk membangun jejaring profesional, dan Instagram atau Twitter bagus untuk mempromosikan konten-konten yang orisinal.

“Citra diri bisa dimulai dari hal terkecil, yang penting adalah tetap konsisten, mengetahui target audiens, dan mengeluarkan hal-hal yang kita miliki,” jelas Nayadini.

6. Hal yang harus dihindari dalam membangun personal branding

Dalam menggunakan media sosial, selalu membiasakan untuk kritis bertanya, “apakah ini mempengaruhi citra diri saya?”. Apa pun yang Anda publikasi di media sosial tidak hanya menggambarkan tentang Anda, tetapi juga tentang organisasi atau lembaga yang terlibat dengan Anda. Tidak ada aturan tertulis dalam penggunaan media sosial. Namun, perlu disepakati bahwa sebaiknya tidak memposting hal-hal yang bersifat negatif di media sosial, seperti:

  1. Perkataan kotor, 
  2. Bersifat seksual, 
  3. Menyangkut gender, 
  4. Menyangkut SARA, dan
  5. Hal-hal yang menjelek-jelekan orang lain.

Citra diri sangat penting untuk Anda terapkan, terutama di dunia profesional. Sebagai pengajar, Anda pun perlu membangun citra diri yang kuat agar bisa menjadi pribadi yang disenangi oleh murid dan bahkan siapa pun yang berhubungan dengan Anda. 

--

Acara NGUPAS yang pertama kali ini berjalan sukses. Berikut ini adalah testimoni dari para pesertanya:

  1. “Acaranya sangat menarik, baik dari sisi pembicara maupun topiknya, dan tidak dipungut biaya. Saya menjadi lebih tahu tentang personal branding dan mengetahui bagaimana cara membangunnya. Sampai bertemu di NGUPAS selanjutnya!”
    (Khoirun N. dari provinsi Jawa Tengah yang mengajar untuk produk ruanglesonline)
  2. “Acaranya sangat bermanfaat, terutama bagi pengajar di Ruangguru. Saya mendapatkan ilmu baru seperti, bagaimana membangun personal branding, cara mengajar yang unik, menarik, dan kreatif agar anak-anak lebih semangat belajar. Penyampaian materinya juga tidak membosankan dan mudah dimengerti.”
    (Teguh A. dari provinsi Jawa Tengah yang mengajar untuk produk ruangles dan ruangbelajar Plus)
  3. “Pandemi yang terjadi saat ini bukan menjadi penghalang untuk mengeksplorasi diri. Acara NGUPAS merupakan gambaran bahwa kreativitas dapat menjadi penghubung bagi masyarakat untuk tetap produktif dan berkembang.”
    (Putri M. dari provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengajar untuk produk ruangles dan ruanglesonline)

Nah setelah baca artikel di atas, ayo bangun citra diri Anda! Saat ini, tim ruangpengajar sedang mencari pengajar baru dengan citra diri yang unik dan menarik, ayo gabung jadi pengajar Ruangguru dengan klik banner di bawah ini.

ruangpengajar

Beri Komentar