Tips Personal Branding untuk Menunjang Karier dari Chairunnisa

Ruangguru Jul 8, 2020 • 5 min read


personal branding untuk menunjang karier

Artikel ini adalah laporan acara NGUPAS (Ngumpul Asyik) Vol. 2 dari tim ruangpengajar pada tanggal 3 Juli 2020 melalui live streaming di Zoom dengan pembicara Chairunnisa Latifa, People Analytic and Development Lead Ruangguru.

--

Personal branding atau citra diri adalah prosedur saat individu dengan kelebihannya ditetapkan sebagai suatu brand yang memiliki banyak variasi, mulai dari menetapkan tujuan dan kesan yang ingin dibangun sesuai dengan motivasinya. Di era digital ini, cara mempromosikan citra diri Anda akan membawa dampak besar terhadap karier. Anda perlu memulainya dari sekarang sebelum tertinggal dari yang lain.

Kenapa citra diri penting dalam menunjang karier Anda? 

1. Pembentukan persepsi orang tentang Anda

Terkadang apa yang orang lihat dari diri Anda mungkin berbeda dengan apa yang Anda rasakan. Menurut Chairunnisa, citra diri ini akan membantu persepsi orang lain terhadap kita. Kita membuat orang menilai diri kita berdasarkan apa yang kita inginkan. Maka dari itu, penting bagi individu untuk mengerti citra diri agar dapat membentuknya sesuai dengan apa yang ingin ditunjukkan kepada orang lain.

personal branding untuk menunjang karier(Sumber: ciputrauceo.net)

2. Meningkatkan keunikan diri

Anda pasti dapat melihat masing-masing keunikan dari berbagai macam pekerjaan. Contoh Dodit Mulyanto, seorang pengajar yang mempromosikan dirinya sebagai seorang komedian. Nilai keunikan yang ditonjolkannya yaitu membuat komedi yang kental dengan logat Jawa. Hal ini menunjukkan bahwa keunikan dapat meningkatkan citra diri Anda dalam karier.

personal branding untuk menunjang karier anda(Sumber: instagram.com/dodit_mul)

3. Membangun identitas yang menjadi referensi dari orang lain

Anda dapat dipromosikan atau dijadikan referensi oleh orang lain terkait pekerjaan yang Anda tekuni jika Anda mempunyai identitas yang kuat. Sebagai contoh, di suatu perkumpulan ada yang mencari pengajar privat, tapi ia tidak ingin diajarkan oleh pengajar yang membosankan. Dalam perkumpulan tersebut, ada satu orang yang memiliki pengajar privat dengan teknik mengajar yang seru dan tidak membosankan sehingga ia merekomendasikan pengajar tersebut kepada temannya.

personal branding untuk menunjang karier kelompok(Sumber: cru.org)

4. Meningkatkan kompetisi satu sama lain

Secara umum, kompetisi dalam berkarier dapat dilakukan melalui pembentukan citra diri. Sebagai contoh, ada banyak pengajar yang mengajar pada mata pelajaran yang sama. Tapi, setiap pengajar memiliki ciri khas tersendiri dalam mengajar yang membuatnya unggul dibanding pengajar yang lain. Hal tersebut meningkatkan kompetisi di antara pengajar sehingga akan dicari mana yang lebih menonjol dibandingkan lainnya. 

personal branding untuk menunjang karier(Sumber: entrepreneur.com)

Bagaimana ya caranya untuk menunjang karier dengan citra diri? Simak caranya sebagai berikut.

1. Bangun visi brand Anda

Yang dimaksud dengan membangun visi brand adalah dalam suatu kondisi, orang akan memilih Anda walaupun ada banyak orang dalam bidang yang sama dan memiliki kemungkinan untuk dapat dipilih juga. “Nah, penting banget untuk para pengajar bikin personal brand vision, ingin dikenal sebagai pengajar yang yang seperti apa. Apakah pengajar yang menyenangkan, yang storyteller, atau yang lain sebagainya,” ujar Chairunissa.

2. Menganalisa dan menetapkan target pendengar

Pengajar sebaiknya dapat menganalisa karakter murid sehingga dapat menentukan metode mengajar yang sesuai, baik dengan cara santai, gaul, atau tegas. “Selalu ingat bahwa tujuan mengajar adalah agar siswa dapat mengerti apa yang diajarkan, sehingga penting untuk menyesuaikan cara mengajar dengan hal tersebut,” kata Chairunnisa.

3. Bangun aset sendiri

Aset dalam hal ini dapat berbentuk online maupun offline. Jadikan orang-orang di sekitar Anda atau media sosial sebagai aset agar orang dapat mengenal dan mengetahui kompetensi Anda. Contohnya banyak pengajar yang mengajar melalui YouTube meskipun hanya membahas Microsoft Excel dan Microsoft Word. Hal ini merupakan usaha untuk membangun aset supaya orang tahu apa cakupan kerja dan bagaimana cara kerja Anda. Bahasa lainnya, untuk mempromosikan diri sendiri.

4. Networking

Networking adalah hal yang tidak bisa dihindari dalam citra diri. Meskipun Anda adalah orang yang pemalu atau tidak suka bertemu dengan orang asing, membangun networking tetap menjadi sebuah keharusan.

Melalui networking Anda bisa bertemu dengan teman baru, rekan kerja baru, peluang kerja yang lebih baik, klien baru, investor, atau bahkan mentor baru. Anda bisa mulai membangun networking dari internet. Biasanya setiap bidang pekerjaan mempunyai komunitasnya masing-masing di internet. Baik itu di LinkedIn, grup Facebook, Kaskus, atau bahkan ada website komunitasnya sendiri.

 

Dalam diskusi yang dimoderatori oleh Anatasia Akmelia, terdapat beberapa pertanyaan dari peserta mengenai citra diri, salah satunya pertanyaan dari Frida H., pengajar dari produk ruanglesonline dan ruangbelajar Plus asal Sidoarjo. Ia bertanya tentang bagaimana cara pengajar melakukan pembentukan personal branding yang unik dan menarik, serta seberapa sering idealnya seorang pengajar melakukan personal branding di media sosial. Menurut jawaban Chairunnisa, citra diri yang perlu ditonjolkan agar pembelajaran menjadi interaktif dan menarik adalah karakter yang ceria dan semangat agar dapat memberikan suasana yang positif. Materi hanya akan menjadi sekadar materi jika tidak ada karakter, karena karakter adalah bagian dari pengajar. Selain itu, kunci dalam melakukan personal branding di media sosial adalah konsisten, sehingga perlu dilakukan secara berkala.

Selanjutnya, pertanyaan dari Yunita I., pengajar dari produk ruangles asal Bandung bertanya, bagaimana cara agar tidak dianggap sombong oleh orang lain saat membangun citra diri dalam karier. Chairunnisa menjelaskan, self awareness itu penting untuk menentukan sikap kita di depan orang lain. Coba bayangkan bagaimana kira-kira persepsi orang saat kita melakukan sesuatu. Anda juga bisa bertanya pendapat orang terdekat yang paling tahu tentang diri Anda mengenai dampak yang mungkin terjadi dari sikap yang akan Anda lakukan. Terakhir, jika Anda yakin apa yang dilakukan benar dan tidak merugikan orang lain, Anda bisa bersikap cuek dari perkataan atau pendapat negatif orang lain.

--

Semoga pembahasan kali ini cukup membantu Anda. Anda senang mengajar? Anda punya kenalan yang suka mengajar? Yuk, daftarkan diri Anda dan ajak rekan Anda untuk daftar di ruangpengajar

ruangpengajar

Beri Komentar