Tokoh yang Pernah Menolak Penghargaan Nobel

Ramadhana Afida Rachman Feb 21, 2018 • 4 min read


Hai, RG Squad! Apa kamu suka jika diberi penghargaan dan diapresiasi? Yap, pasti semuanya suka ya dihargai atas pencapaian yang telah dicapai. Tapi, ternyata ada lho tokoh yang pernah menolak penghargaan yang diberikan kepadanya. Tidak tanggung-tanggung, penghargaan tersebut adalah Nobel yang memiliki predikat internasional sebagai penghargaan tertinggi di dunia. Nah, siapa saja orang-orang yang pernah menolak penghargaan Nobel tersebut? Check these out!

1. Jean-Paul Sartre

Sartre.jpgJean-Paul Sartre (Sumber: the-tls.co.uk)

Siapa yang pernah baca karya Jean-Paul Sartre? Nah pada Oktober 1964, sastrawan asal Prancis ini menolak penghargaan Nobel Sastra yang diberikan kepadanya, Squad. Ia mendapat penghargaan tersebut atas karyanya yang dinilai inspiratif dengan mengemukakan ide-ide semangat kebebasan dan upaya mencari kebenaran seperti tulisan esainya yang berjudul “Existentialism is a Humanism”. Tetapi, Sartre menolak penghargaan tersebut karena ia ingin bersikap netral. Sebab jika Sartre menerimanya, maka ia akan terikat pada suatu institusi yang akan berdampak pada karya-karya Sartre selanjutnya. Terlebih pada tahun itu, terdapat dua blok yang bertentangan yaitu Blok Barat dan Blok Timur. Jika Sartre menerima Nobel, ia menganggap bahwa ia sama saja mendukung Blok Barat dan menentang Blok Timur. 

2. Le Duc Tho

le-duc-tho-nobel-peace-prize-1973-1.jpg

Le Duc Tho (Sumber: economictimes.indiatimes.com)

Pemilik nama asli Phan Dinh Khai ini menolak Nobel Perdamaian pada tahun 1973, Squad. Le Duc Tho merupakan seorang revolusioner asal Vietnam yang bergabung dengan partai komunis. Ia mendapat Nobel karena berhasil melakukan perundingan damai dengan Henry Kissinger dari Amerika Serikat untuk mengakhiri Perang Vietnam. Hasilnya, mereka berhasil mengeluarkan Persetujuan Damai Paris pada 27 Januari 1973 yang berisi tentang gencatan senjata, pembebasan tahanan, dan rencana penyelenggaraan pemilu. Karena prestasi Tho dan Kissinger tersebut, maka mereka memperoleh Nobel. Tetapi, Tho menolak penghargaan tersebut karena ia berpendapat bahwa pada saat itu Vietnam belum benar-benar damai.

3. Boris Pasternak

boris-pasternak-2.jpgBoris Pasternak (Sumber: thefamouspeople.com)

Jika Jean-Paul Sartre dan Le Duc Tho menolak Nobel karena keinginan mereka sendiri, beda halnya dengan Boris Pasternak. Penulis buku “Doctor Zhivago” ini mendapatkan Nobel Sastra karena pencapaiannya dalam penulisan puisi lirik kontemporer. Namun, buku itu dilarang beredar di negaranya sendiri yaitu Rusia karena berisi kritik terhadap sosialisme Uni Soviet, Squad. Oleh karena itu saat Pasternak mendapat penghargaan tersebut, pemerintah melarangnya pergi ke Stockholm untuk menerima Nobel. Bahkan, Soviet juga mengancam jika Pasternak tetap nekat untuk pergi, maka ia tidak akan diizininkan untuk kembali ke negaranya. Tetapi karena ketundukannya kepada negara, maka ia tidak jadi pergi dan itu menandakan bahwa Pasternak menolak penghargaan yang diberikan kepadanya.

4. Adolf Butenandt

21108-004-9DE12120.jpgAdolf Butenandt (Sumber: alchetron.com)

Sama seperti Pasternak, Adolf Butenandt menolak Nobel karena paksaan dari pihak lain, Squad. Berkat penelitian Butenandt tentang hormon seksual, ia bersama ilmuwan dari Swiss yaitu Leopold Ruzicka berhasil membuat hormon testoren dan menjadi dasar ditemukannya pil kontrasepsi. Karena penelitian dan penemuannya tersebut, ia kemudian mendapat Nobel Kimia pada tahun 1939. Tetapi, rezim Hitler memaksa Butenandt untuk menolak penghargaan tersebut. Padahal, Butenandt bukan pendukung Hitler dan menolak fasisme NAZI, lho.

5. Gehard Domagk

ged.jpgGehard Domagk (Sumber: wikiapec.com)

Pada tahun 1939, Gehard Domagk dianugerahi Nobel pada bidang kedokteran karena ia berhasil menemukan Prontosil yaitu antibiotik pertama yang dijual secara komersil, Squad. Karena penemuannya tersebut, jumlah orang yang meninggal akibat infeksi bakteri menurun drastis dan hal itu menunjukkan sebuah kemajuan yang besar di dunia kedokteran. Sama seperti Boris Pasternak dan Adolf Butenandt, ia dipaksa untuk menolak hadiah Nobel. Bahkan sehari setelah pengumuman bahwa Domagk mendapatkan Nobel, ia ditangkap oleh Gestapo atau polisi rahasia NAZI dan memasukannya ke penjara selama tujuh hari. Seram, ya.

 

Selain Adolf Butenandt dan Gerhard Domagk, ada pula tokoh dari Jerman yang menolak Nobel di bawah kendali Hitler yaitu Richard Kuhn. Adolf Hitler melakukan hal itu tentu bukan tanpa alasan, Squad. Ia melarang tokoh tersebut menerima hadiah Nobel karena murka dengan panitia yang memberikan penghargaan Nobel Perdamaian kepada Carl von Ossietzky, seorang jurnalis yang telah membongkar rahasia Jerman untuk kembali mempersenjatai angkatan perang setelah Perjanjian Versailles.

Di balik tokoh-tokoh tersebut, ternyata tersimpan sejarah dunia yang menyebabkan mereka menolak penghargaan Nobel, ya Squad. Jika kamu memiliki pertanyaan terkait pelajaran di sekolah seperti sejarah, jangan khawatir! Di ruanglesonline, RG Squad bisa mendapatkan guru yang akan membantumu menjawab pertanyaan melalui pesan singkat. Yuk, segera gabung untuk membuat #BelajarJadiPraktis!

New Call-to-action

Beri Komentar