Yuk, Masuk Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea UI

Shabrina Alfari

Apr 11, 2018 • 4 min read

Siap kuliah Kampus dan Jurusan


kebudayaan korea

Squad, apakah kamu salah seorang yang tertarik dengan kebudayaan Korea? Di Indonesia, terhitung dari tahun 2005 lalu sejak Hallyu Wave melanda, hingga kini popularitas Korea masih sangat kuat, lho. Keinginan untuk mengenal budaya Korea atau bahkan tinggal dan belajar di Korea menjadi angan-angan dari banyak orang. Nah, salah satu cara mewujudkan keinginan mempelajari tentang segala seluk-beluknya adalah dengan memilih jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea di Universitas Indonesia, seperti Jovanka atau yang akrab disapa dengan Jojo ini.

Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea di Universitas Indonesia berada di bawah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB). Jurusan ini merupakan jurusan termuda di FIB UI, karena baru terbentuk pada tahun 2006. Walaupun tergolong baru, jurusan ini tidak pernah sepi peminat, lho.

“Aku memang sudah suka dengan Korea dari kelas 2 SMP. Saat akan memilih jurusan kuliah, aku sempat bingung mau memilih jurusan apa. Lalu, karena aku tertarik dengan bahasa dan sastra akhirnya aku memilih jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea melalui jalur SIMAK UI. Tetapi, saat memilih Program Studi Korea UI ini jujur aku belum mengetahui akan belajar seperti apa,” ucap Jojo.

Menurut Jojo, saat baru masuk ke jurusan ini sebagian besar dosen beranggapan bahwa mahasiswanya sudah menguasai dasar-dasar dari bahasa Korea, setidaknya percakapan sehari-hari. Jojo sendiri sebelumnya sudah mempelajari bahasa Korea secara autodidak karena kesukaannya pada drama dan penyanyi Korea.

Di jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea UI mahasiswanya tidak hanya mempelajari bahasanya saja, Squad. Mereka juga mempelajari budaya serta sastra Korea sejak zaman dinasti hingga Korea modern saat ini.

Budaya Korea mempunyai banyak hal menarik untuk dipelajari Budaya Korea mempunyai banyak hal menarik untuk dipelajari (Sumber: report.az)

Mata kuliah bahasa Korea disebut dengan Hangukeo. Nah, Hangukeo ini dibagi menjadi Hangukeo satu hingga enam. Hangukeo satu akan dipelajari di semester 1, sementara Hangukeo enam akan dipelajari di semester 6. Hangukeo dibagi menjadi empat aspek pembelajaran, yaitu Malhagi (berbicara), Deudgi (mendengar), Munbeob (tata bahasa), dan Sseugi (menulis).

Salah satu mata kuliah yang paling disukai oleh Jojo adalah Pengkajian Drama Korea. “Jadi mata kuliahnya itu mengharuskan kita untuk menonton film Korea selama 1 semester. Lalu, tugasnya setiap minggu adalah membuat review film. Namun, untuk tugas akhir kita diharuskan memilih satu drama Korea dan kemudian menganalisis drama tersebut dari aspek budaya, psikologi, atau sastranya,” tutur alumni UI yang lulus dari jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea pada tahun 2017 lalu.

Tidak hanya belajar tentang budaya dan bahasa Korea saja, saat masuk ke jurusan ini kita juga akan merasakan budaya Korea yang kental. Salah satunya adalah budaya kesopanan. “Kalau kita bertemu dosen, kita harus menunduk dan menyapa dengan memanggil ‘Annyeonghaseyo Kyosunim’. Setelah selesai kelas, kita juga biasanya mengucapkan ‘Kamsahamnida Kyosunim’ kepada dosen yang mengajar,” tambah Jojo. Selain itu, di jurusan ini juga terdapat dosen asli Korea. Seru banget ‘kan Squad, kamu bisa merasakan langsung belajar dengan orang Korea.

Selain mata kuliahnya yang seru, organisasi dan aktivitas mahasiswa di jurusan ini juga sangat menarik. Organisasi untuk para mahasiswa jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea disebut dengan Hwarang, yaitu singkatan dari Himpunan Mahasiswa Koreanologi. Semua mahasiswa yang masuk ke jurusan ini otomatis menjadi anggota Hwarang dan harus berkontribusi. Acara tahunan yang selalu dibuat oleh Hwarang adalah Korean Culture Day.

Korean Culture Day, Universitas Indonesia 2016Korean Culture Day, Universitas Indonesia 2016 (Sumber: youtube.com)

Kamu juga akan berkesempatan mendapatkan beasiswa jika berkuliah di jurusan ini, Squad. Beasiswa untuk berkuliah gratis selama satu tahun diberikan untuk mereka dengan IP (Indeks Prestasi) tertinggi di semester 6 oleh KGSP (Korean Government Scholarship Program). Tidak hanya itu, kamu juga berkesempatan merasakan kuliah satu bulan di Korea atau tepatnya di Kyunghee University dengan biaya sendiri. Kapan lagi ‘kan bisa hidup sekaligus belajar di Korea?

Walaupun banyak yang meremehkan peluang kerja dari mahasiswa lulusan sastra, Jojo nggak pesimis. Banyak sekali peluang yang bisa didapatkan mahasiswa jurusan ini setelah lulus, seperti menjadi penerjemah untuk artis-artis Korea yang datang ke Indonesia. “Temanku pernah berkesempatan menjadi penerjemah untuk Leeteuk Super Junior saat ia datang ke Indonesia lho,” ujar Jojo.

Jika kamu tertarik untuk bekerja di perusahaan besar, di Indonesia sendiri sekarang sudah banyak perusahaan Korea yang mempekerjakan orang Indonesia, seperti Samsung, Hyundai, LG, dan lainnya. Sebuah keunggulan bagi kamu yang menguasai bahasa Korea jika ingin melamar kerja di perusahaan asal Korea.

“Kamu nggak harus jadi orang Korea untuk tahu tentang seluk-beluk Korea. Saat belajar, ambil budaya mereka yang baik, tetapi tidak perlu meniru semua yang orang Korea lakukan. Terakhir, saat berkuliah di jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea inget aja kamu capek nggak sendirian kok. Kita susahnya bareng-bareng,” tutup Jojo.

Nah, semakin tertarik ‘kan Squad mengambil jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea? Namun, persaingan untuk masuk ke jurusan ini sangat ketat lho, jadi persiapkan dirimu dengan matang ya. Yuk, mulai persiapanmu dari sekarang dengan belajar bersama guru privat ruangles dari Ruangguru!

New Call-to-action

 

Beri Komentar

Recent Posts