Tradisi Buka Puasa Bersama: Fenomena Interaksi Sosial dengan Kehidupan Sosial Budaya

Tradisi Buka Puasa Bersama: Fenomena Interaksi Sosial dengan Kehidupan Sosial Budaya

Squad, sudah puasa hari keberapa, nih? Bagaimana puasanya? Semoga selalu lancar-lancar, ya! Nah, ada salah satu tradisi puasa ramadhan yang pasti kamu sering lakukan dan nggak pernah terlewat. Yap, buka puasa bersama, Squad! Sudah berapa acara buka puasa bersama yang kamu hadiri di bulan ramadhan tahun ini? Tahukah kamu, ternyata buka puasa bersama itu berkaitan dengan interaksi sosial dan kehidupan sosial budaya, lho! Yuk, kita bahas lebih lanjut melalui artikel ini. Cekidot! 

Tradisi Buka Puasa Bersama: Fenomena Interaksi Sosial dan Kehidupan Sosial Budaya

Hayo, siapa yang sering buka puasa bareng? (Sumber: Shutter Stock) 

Tahukah kamu, ternyata kebudayaan itu memiliki 3 wujud yang berbeda-beda, lho! Ketiga wujud kebudayaan itu adalah kebudayaan abstrak, kebudayaan dalam wujud tingkah laku, dan kebudayaan dalam wujud benda. Kebudayaan abstrak merupakan kebudayaan yang berbentuk ide, gagasan, nilai, dan norma. Sedangkan kebudayaan dalam wujud tingkah laku contoh konkretnya berupa tindakan. Nah, kegiatan buka puasa bersamamu bisa dikategorikan sebagai kebudayaan dalam wujud tingkah laku lho! Lalu, kebudayaan dalam wujud benda itu contohnya apa, ya? Tul banget! Salah satu contohnya adalah kain batik.

Tradisi Buka Puasa Bersama: Fenomena Interaksi Sosial dengan Kehidupan Sosial Budaya

Macam-Macam Kain Batik (Sumber: jasaku.co.id)

Pengelompokkan Budaya Masyarakat

Kira-kira, kalian bisa menebak nggak, ada berapa kelompok budaya sih di dalam suatu masyarakat? Ternyata, kelompok budaya dalam suatu masyarakat bisa dikelompokkan menjadi 2, lho. Kelompok budayanya dibedakan menjadi kelompok budaya abstrak dan kelompok budaya konkret. Akan dibahas satu persatu, ya. 

Baca Juga: Mengenal Kategori Keberagaman Masyarakat Multikultural

Budaya Abstrak

Sesuai dengan namanya, budaya abstrak adalah budaya yang tidak dapat dilihat oleh mata. Budaya abstrak ada di dalam pikiran manusia, contohnya nilai, norma, gagasan, dan ide. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa budaya abstrak adalah wujud dari kebudayaan dalam bentuk ide, gagasan, nilai, dan norma. Wah, kalau begitu, peraturan di sekolah termasuk ke dalam budaya abstrak, dong? Yap! Betul banget, Squad. 

Budaya Konkret

Budaya konkret adalah wujud kebudayaan nyata yang dapat dilihat oleh mata. Kebudayaan konkret dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu bahasa, material, dan perilaku. Bahasa kita gunakan untuk berkomunikasi sehari-hari. Hayo, siapa yang sering berkomunikasi dalam bahasa daerah? Itu merupakan salah satu budaya yang harus dilestarikan lho!

Lalu, kalau material itu apa dong? Material adalah budaya yang berbentuk karya manusia, misalnya musik, tarian, alat transportasi, dan alat komunikasi. Pakaian sehari-hari juga merupakan budaya dalam bentuk material, lho! Berbeda dengan material, perilaku merupakan cara bertindak dalam sebuah situasi. Misalnya, untuk mewujudkan budaya abstrak tentang nilai kesopanan, seseorang akan berbicara dengan lembut kepada orang yang lebih tua.

Kamu bingung nggak, mengingat kelompok budaya konkret? Supaya nggak bingung, ingat aja SAMA AKU, yaitu bahasa, material, dan perilaku. Mudah kan? Jangan sampai lupa, ya! 

Wah, ternyata setiap hal yang kita lakukan itu merupakan bagian dari kebudayaan ya, Squad. Bahkan kegiatan buka puasa bersama yang biasanya dijadikan ajang temu kangen dengan teman-teman juga termasuk lho. Kalau gitu, belajar juga termasuk nggak, ya? Iya, dong! Dan supaya belajarnya makin asik lagi, yuk belajar bersama guru privat terbaik di ruangles! Pesan guru privat terbaikmu sekarang dan siap-siap jadi juara, ya! 

ruangles

Beri Komentar